Polri Paparkan Sejumlah Strategi Aman Kawal Arus Mudik Lebaran 2025

Laporan: Firdausi
Kamis, 20 Maret 2025 | 14:29 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho memaparkan strategi pengawalan mudik (SinPo.id/Polri)
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho memaparkan strategi pengawalan mudik (SinPo.id/Polri)

SinPo.id - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho membeberkan sejumlah strategi aman mengawal arus mudik Lebaran 2025. Strategi itu mulai dari pembatasan kendaraan sumbu tiga, contraflow, hingga one way. Dia juga membeberkan perihal larangan kendaraan sumbu tiga melintas di dalam tol.

"Kendaraan sumbu tiga mulai dilarang tanggal 24 hingga tanggal 8, tetapi ini tidak absolut, untuk angkutan sembako dan lain sebagainya masih bisa jalan, termasuk barang-barang yang diangkut dengan sumbu dua itu masih bisa," kata Agus kepada wartawan, Kamis, 20 Maret 2025.

Berkaitan dengan aturan contraflow dan one way, akan bergantung pada peningkatan rasio kendaraan. Di mana bila terjadi bottleneck, sehingga apabila pada saat nanti arus mudik cukup tinggi, maka contraflow diberlakukan. Begitu pula dengan aturan one way.

"Ketika kapan kita lakukan contraflow, ini tidak prediksi, pihak kepolisian korlantas tidak bisa memprediksim. Tapi ini ada rumusnya, ketika di KM 50, sudah terlintas kendaraan 5.500 itu harus dilakukan contraflow arah mudik satu ajur, karena jika tidak dilakukan contraflow, visi rasio daripada panjang jalan tol, lebar dan jumlah kendaraan itu tidak mampu," ujarnya.

Ia juga mengungkap, ketika rasio kendaraan setiap jam sudah mencapai 6.200 kendaraan, one way nasional akan diterapkan. One way akan diterapkan kembali dari KM 70 hingga KM 414.

"Kapan harus dilakukan? Ketika Tol Cikatama itu jumlahnya 6.200 per jam. Apabila tidak dilakukan one way, tentu kapasitas tol tidak akan mampu dengan bangkitan arus yang cukup deras," imbuhnya.

Meski demikian, kata dia, one way arus mudik dan arus balik kali ini akan dimodifikasi. Modifikasi ini berkaitan dengan pembukaan beberapa ruas tol, termasuk di Cisandau dan Ciperna. Ia juga mengatakan hitungan hingga rekayasa lalin contraflow hingga one way yang sama juga akan berlaku pada arus balik.

"Arus balik juga demikian, kita tidak bisa tentukan dan prediksi, ketika nanti di KM 67, itu sudah 5.500, sama, teorinya sama, akan kita lakukan contraflow arus balik sampai KM 47. Dari KM 70-47. Termasuk apakah lajur satu atau lajur dua, tergantung, apabila di KM 67 terhitung jumlahnya 6.400, itu harus kita contraflow lajur dua," ungkapnya. 

"Ini ada hitung hitungannya sehingga tak bisa diprediksi. Ketika visi rasio kendaraan yang melintasi tol ke Jakarta itu sudah sampai 6.400-7.400, jika 7.500 itu nanti akan one way lajur tiga, one way sama, tahun ini juga dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 70," jelas Agus.