DPR Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2025

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 04 Maret 2025 | 05:44 WIB
Pangan (pixabay)
Pangan (pixabay)

SinPo.id -  Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2025, potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian serius Komisi VI DPR RI. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, meminta pemerintah melakukan antisipasi konkret dan strategis guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di seluruh Indonesia.

"Siklus kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran ini tidak bisa dihentikan begitu saja, sehingga perlu kebijakan stabilisasi harga yang berjalan efektif," ujar Anggia dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya, Senin 3 Maret 2025.

Dampak Kenaikan Harga terhadap Masyarakat

Anggia menyoroti bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok semakin membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Saat ini, daya beli masyarakat sudah tertekan akibat meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kebijakan efisiensi di berbagai sektor ekonomi.

Karena itu, ia mendesak pemerintah untuk:
✅ Menjaga kestabilan harga pangan dengan kebijakan yang efektif.
✅ Memastikan pasokan pangan mencukupi untuk mencegah kelangkaan.
✅ Memperketat pengawasan distribusi barang agar tidak ada spekulasi harga.

"Masyarakat harus merayakan Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang, tanpa terbebani lonjakan harga yang tajam," tegasnya.

Peran Sinergi Antar-Lembaga

Anggia menekankan bahwa kerja sama antar-pihak sangat penting untuk menghadapi tantangan ini. Ia meminta Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog berkoordinasi lebih baik dalam:
? Menjamin distribusi pangan yang lancar.
? Mengantisipasi spekulasi harga di pasar.
? Menjaga ketahanan pangan nasional, terutama beras.

Sebagai penutup, Anggia mengajak pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kestabilan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2025.

"Masyarakat sedang dalam kondisi yang sulit. Semua pihak harus bersatu, bekerja sama demi kepentingan rakyat, agar Idul Fitri bisa dirayakan dengan penuh kebahagiaan tanpa beban akibat kenaikan harga barang," tutup politisi Fraksi PKB tersebut.

BERITALAINNYA