Pemprov DKI Pastikan Tak Ada Kelangkaan Gas 3 Kg di Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 11 Februari 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi gas 3 Kg (SinPo.id)
Ilustrasi gas 3 Kg (SinPo.id)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengklarifikasi bahwa wilayahnya tidak mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), Hari Nugroho menjelaskan bahwa isu kelangkaan yang sempat mencuat disebabkan oleh kepanikan masyarakat, yang mengakibatkan fenomena panic buying atau aksi borong gas elpiji.

"Kemarin itu hanya terjadi panic buying di masyarakat karena aturannya berubah. Eceran enggak boleh jual lagi, hanya pangkalan. Situasinya jadi ramai," ujar Hari dalam keterangannya, Selasa, 11 Februari 2025.

"Dulunya toko-toko termasuk minimarket beli kemudian dijual lagi, mereka kan cari untung juga," sambungnya. 

Hari menegaskan, stok elpiji di Jakarta masih aman, kendati terjadi pengurangan kuota elpiji di Jakarta sebanyak lima persen, dari 433 ribu metrik ton menjadi 409 ribu metrik ton.

Dia juga menyampaikan, jika kelangkaan terjadi, pemprov sudah menyiapkan cadangan atau buffer stock yang bisa dikeluarkan melalui operasi pasar.

"Kalau kelangkaan itu bisa saja terjadi, tetapi kami sudah siapkan buffer stock untuk mengantisipasi. Namun, saat ini stok masih aman," ungkap dia. 

Lebih lanjut, Hari menuturkan, dengan pengaktifan kembali pengecer, stok gas elpiji 3 kg di Jakarta terjaga dan tidak ada lagi kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan.

"Begitu pengecer kembali aktif, situasi jadi adem. Kami pastikan stok elpiji aman. Jika terjadi kelangkaan, cadangan stok langsung kami keluarkan," kata Hari. 

Dia menambahkan bahwa Pemprov DKI terus memonitor distribusi elpiji 3 kg untuk menghindari masalah serupa di masa mendatang.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI