PENYALURAN PMI

DPR: Penembakan di Malaysia Momentum Selesaikan Persoalan Penyaluran PMI

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 28 Januari 2025 | 17:20 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (SinPo.id/Dok. DPR RI)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (SinPo.id/Dok. DPR RI)

SinPo.id - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (Kang Cucun) berharap penembakan pekerja migran Indonesia (PMI) oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau Coast Guard Malaysia menjadi momentum perbaikan penyaluran pekerja asal Indonesia melalui jalur nonformal.

Kang Cucun meminta Kementerian Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) membuat terobosan baru untuk menyelamatkan warga yang tergiur pekerjaan di luar negeri dengan cara-cara ilegal.

"Harus ada terobosan untuk menyelamatkan warga kita agar tidak semakin banyak yang tergiur bekerja di luar negeri secara unprocedural" kata Kang Cucun dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2025.

Legislator dari Fraksi PKB ini mengingatkan jika Kementerian PPMI memiliki banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Salah satunya,  masih banyakya PMI jalur nonformal hingga menyebabkan dampak-dampak turunan kepada pekerja Indonesia.

"Kita berharap Kementerian Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) bisa segera menyelesaikan banyaknya pekerjaan rumah terkait PMI, termasuk pekerja yang berangkat ke luar negeri tanpa jalur resmi seperti ini," kata dia.

Pimpinan DPR RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu menilai dibentuknya kementerian khusus terkait PMI menunjukkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi para pekerja migran Indonesia yang jumlahnya sangat besar. 

Di sisi lain, Kang Cucun mengungkapkan bentuk kekerasan yang saat ini banyak menimpa pekerja migran adalah penyekapan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke sejumlah negara. Mereka bahkan dipaksa bekerja sebagai admin judi online.

"Kemudian banyak menjadi korban perdagangan orang, bahkan hingga kekerasan," tegas Kang Cucun.

Sebelumnya, insiden penembakan terhadap lima PMI non-prosedural oleh APMM terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari waktu Malaysia pada Jumat, 24 Januari 2025.

Insiden penembakan tersebut mengakibatkan seorang pekerja migran meninggal dunia, satu lainnya dalam kondisi kritis, dan tiga orang dirawat di beberapa rumah sakit di Selangor, Malaysia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI