Dirjen Dukcapil Pastikan Data Kependudukan Tak Ikut Diserang Ransomware

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 08 Juli 2024 | 20:57 WIB
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Santoso. (SinPo.id/dok. BPJS)
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Santoso. (SinPo.id/dok. BPJS)

SinPo.id - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Teguh Setyabudi memastikan, data kependudukan dalam keadaan aman. Karena, data kependudukan tidak diintegrasikan dalam Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang diserang ransomware beberapa waktu lalu. 

"Alhamdulillah, data kita kemarin belum bergabung dengan PDN sementara," kata Teguh dalam acara Launching Face Recognition BPJS Kesehatan (FRISTA) di Jakarta, Senin, 8 Juli 2024. 

Teguh menjelaskan, Dukcapil Kemendagri, merupakan satu-satunya lembaga pengelola data kependudukan terbesar di Indonesia. 

Karena, hingga pertengahan 2023 saja, ada 280,7 juta penduduk Indonesia yang jumlah mayoritasnya tersebar di pulau Jawa, dengan 56 persen. 

"Tidak mengherankan apabila roda perekonomian, kebutuhan uang itu, banyak di pulau Jawa," bebernya.

Untuk penduduk yang telah melakukan perekaman elektronik KTP mencapai, lanjut Teguh, mencapai 201 juta jiwa atau sekitar 97 persen dari total populasi yang memiliki usia wajib KTP.

"Jadi, hanya kurang sekian persen saja, rata-rata yang belum rekam ktp-elektronik di remote area yang infrastruktur agak sulit," terangnya.

Adapun terkait serangan ransomware, menurut Teguh, ini merupakan sebuah pembelajaran bersama akan pentingnya keamanan data. 

Data kependudukan dikelola secara mandiri oleh Ditjen Dukcapil yang tersebar di tiga lokasi. Yakni, dua lokasi data center berada di Jakarta dan satu lokasi data center terletak di Batam.

Ditjen Dukcapil Kemendagri akan terus melakukan pembenahan demi keamanan data, termasuk mengantisipasi maraknya kejahatan digital. 

"Ini menjadi pembelajaran bagi kami semua untuk terus berbenah dari sisi keamanan data," tukasnya.sinpo

Komentar: