UNICEF: Sudan Salah Satu Tempat Terburuk untuk Anak-anak

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 25 Juni 2024 | 09:29 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/WFP)
Ilustrasi. (SinPo.id/WFP)

SinPo.id - Kepala badan PBB untuk anak-anak UNICEF, Catherine Russell, menyebut Sudan sebagai salah salah satu tempat terburuk bagi anak-anak. Menurutnya, jutaan anak-anak di Sudan menghadapi kekurangan gizi dan sebagian besar tidak bersekolah.

Menurutnya, pilar-pilar ekonomi pangan Sudan telah runtuh, lantaran tentara Sudan dan kelompok paramiliter yang disebut Pasukan Dukungan Cepat (RSF), telah membatasi pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan.

"Sembilan juta orang tidak mendapatkan cukup makanan secara teratur, dan hampir empat juta orang menghadapi kekurangan gizi akut," kata Russell seraya mengatakan bahwa anak-anak berada di ujung tajam krisis kelaparan. Dilansir dari BBC pada Selasa, 25 Juni 2024.

"Kita sudah lama melewati waktu di mana kita perlu bertindak, kita perlu bertindak sekarang atau keadaan akan semakin buruk," lanjutnya.

Diketahui, Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF, telah membagi negara itu menjadi dua bagian, dan menjerumuskan Sudan ke dalam bencana kemanusiaan. Militer Sudan bahkan telah membatasi akses pengiriman makanan untuk melintasi garis konflik ke wilayah yang dikuasai RSF.

Melihat situasi tersebut, Russell mengatakan dirinya tidak dapat berbicara mengenai apakah kedua belah pihak yang bertikai menggunakan kelaparan sebagai senjata perang. Namun, dia menegaskan krisis tersebut 100 persen adalah buatan manusia.

"Tantangan bagi kami bukanlah karena kami tidak memiliki makanan, tetapi karena kami tidak dapat memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkannya. Dan itu benar-benar krisis," ungkapnya.sinpo

Komentar: