Serangan Rudal Rusia Rusak Fasilitas Energi Ukraina

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 23 Juni 2024 | 08:39 WIB
Pemadaman listrik di Kyiv pada awal Juni. (SinPo.id/ AP)
Pemadaman listrik di Kyiv pada awal Juni. (SinPo.id/ AP)

SinPo.id - Serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia terhadap Ukraina kembali merusak fasilitas energi dan melukai dua orang. Hal itu membuat Ukraina harus berjuang melawan gelombang pemadaman listrik bergilir selama tiga bulan terakhir.

Pasalnya, gencarnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina telah membuat setengah dari kapasitas pembangkit listrik Ukraina musnah.

"Pemboman terbaru adalah serangan besar kedelapan Rusia terhadap pembangkit listrik Ukraina dalam periode tiga bulan," kata angkatan udara Ukraina, dilansir dari Sky News, Minggu 23 Juni 2024.

Dalam serangan terbaru tersebut, Rusia meluncurkan 16 rudal dan 13 pesawat nirawak Shahed atau yang sering disebut pesawat nirawak kamikaze, ke fasilitas energi Ukraina. Namun 12 rudal dan semua pesawat nirawak berhasil dicegat oleh pertahanan udara Ukraina.

Operator jaringan listrik milik negara, Ukrenergo, mengatakan peralatan di fasilitas energi di wilayah Zaporizhzhia tenggara Ukraina dan wilayah Lviv barat rusak. Sementara dua pekerja terluka di Zaporizhzhia ketika kebakaran terjadi.

Diketahui, baik Ukraina maupun Rusia telah menargetkan infrastruktur penting dalam serangannya sebagai upaya untuk saling mengekang kemampuan keduanya dalam berperang.

Bahkan awal minggu ini, Ukraina juga telah menargetkan empat kilang minyak di Rusia selatan, dan serangan tersebut dikonfirmasi langsung oleh militer Ukraina.sinpo

Komentar: