PENURUNAN ANGKA STUNTING

Pimpinan MPR: Butuh Keseriusan Kurangi Angka Stunting

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 18 Juni 2024 | 19:35 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (SinPo.id/ Dok. MPR)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (SinPo.id/ Dok. MPR)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mengingatkan pentingnya konsistensi dan keseriusan dari semua pihak dalam mengatasi stunting di Tanah Air. Ini penting demi mewujudkan sejumlah target yang ditetapkan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional.

"Konsisten terhadap upaya mengatasi dan mencegah stunting di Indonesia harus didukung dengan political will yang kuat para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat, kuat, dan berdaya saing," kata Rerie dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2024.

Dia menjelaskan awal bulan lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan di balik angka prevalensi stunting di Indonesia yang baru turun 0,1 persen, dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023.

Penyebab dari minimnya penurunan prevalensi stunting itu karena belum ditemukannga model implementasi yang tepat dari sejumlah program yang telah dilaksanakan. Hal itu juga diakibatkan bertambahnya jumlah anak yang baru stunting.

Melihat kondisi tersebut, Rerie mengaku prihatin dengan keseriusan para pemangku kepentingan dalam menjalankan program pengurangan angka prevalensi stunting di Indonesia.

"Sebuah program yang direncanakan dalam jangka panjang, belum memiliki metode yang tepat dalam implementasinya," kata dia.

Dia pun turut mempertanyakan perencanaan dari program penurunan angka stunting. Dalam perencanaan seharusnya sudah ada pilihan sejumlah metode implementasi yang tepat berdasarkan survei yang dilakukan.

Menurutnya, meningkatnya para penderita stunting baru memperlihatkan tidak menyeluruhnya penanganan stunting di Indonesia.

Dia pun khawatir telah terjadinya penurunan komitmen pemerintah terhadap upaya pengurangan prevalensi stunting, yang telah diprogramkan bertahun-tahun dan masuk dalam skema pembangunan berkelanjutan.

"Sangat berharap terjadi perbaikan yang sangat signifikan dalam menekan angka prevalensi stunting di Tanah Air. Karena kualitas kesehatan setiap anak bangsa sangat menentukan terhadap ketangguhan dan daya saing generasi penerus di masa datang, sebagai bagian upaya mewujudkan bangsa yang unggul," kata dia.sinpo

Komentar: