Aktivis Lingkungan Protes Tambang di Musi Rawas Utara

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 14 Juni 2024 | 17:35 WIB
Aksi demonstrasi penolakan aktivitas tambang di Musi Rawas Utara di depan Gedung Kementerian LHK. Istimewa
Aksi demonstrasi penolakan aktivitas tambang di Musi Rawas Utara di depan Gedung Kementerian LHK. Istimewa

SinPo.id - Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan diri Aktivis Sumsel-Jakarta mendesak pencambutan izin usaha pertambangan (IUP) PT. Gorby Putra Utama (GPU). Mereka menyebut aktivitas perusahaan tersebut merusak lingkungan.

Tuntutan tersebut disampaikan saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia. Mereka memprotes akivitas pertambangan batubara PT GPU, di Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan (Sumsel).

Koordinator aksi, Nopri Agustian, menyampaikan perusahaan itu diduga merusak alam. Selain itu, aktivias pertambangannya membuat banyak lahan warga terdampak yang mengakibatkan kerugian.

"Dugaan kerusakan alam yang terjadi harus mendapat atensi dari Kementerian LHK untuk ditindak tegas," kata Nopri di lokasi, Jumat, 14 Juni 2024. 

Nopri menyoroti soal IUP di Muratara yang diterima dan di Muba yang ditolak. Dia meminta ada peninjauan atau evaluasi ulang dari IUP PT GPU. 

"Kenapa PT GPU di Muratara bisa beraktivitas sedangkan pengajuan IUP di Muba ditolak. Bisa jadi IUP-nya bermasalah," kata dia.

Akibat aktivitas pertambangan PT GPU, kata dia, telah terjadi pendangkalan sungai Balik Bukit dan Segendang serta tertutupnya Sungai Seluang.

"Banyak sungai yang terdampak dari aktivitas pertambangan ini, sehingga terjadi pengdangkalan bahkan ada yang sampai mati," kata dia.

Karena itu, Nopri mendesak Kementerian LHK bertindak tegas dengan mencabut IUP PT. GPU. "Kementerian LHK harus ikut bertanggung jawab untuk menjaga alam dengan segera mencabut IUP nya," tegasnya.

Nopri menyebut akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai PT GPU tidak beroperasi di Musi Rawas Utara. "Aksi bakar ban ini akan semakin besar, sampai KLHK atensi," kata dia.sinpo

Komentar: