Pelni: Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran KM Umsini

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 09 Juni 2024 | 10:16 WIB
KM Umsini terbakar di pelabuhan. (SinPo.id/Istimewa)
KM Umsini terbakar di pelabuhan. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Evan Eryanto memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran KM Umsini saat bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Selain itu, api juga sudah berhasil dipadamkan.

"Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. ABK kapal dengan cepat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam CO2 yang tersedia di atas kapal, dan saat yang bersamaan menurunkan penumpang ke dermaga. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait," kata Evan dalam keterangannya pada Minggu, 9 Juni 2024.

Evan menjelaskan kronologi kejadian. Di mana, percikan api pertama kali diketahui sekitar pukul 04.20 WITA, diduga berasal dari percikan motor bantu yang berada di kamar mesin. Namun, syukurnya, sekitar pukul 09.03 WITA, api bisa dipadamkan.

Kapal, lanjut Evan, membawa 1.677 orang dengan tujuan Makassar, Surabaya, Kijang, dan Jakarta. Penumpang lanjutan pun akan diangkut menggunakan kapal Pelni lainnya yang akan melalui Makassar.

"Untuk penumpang tujuan Surabaya dan Kijang akan diangkut menggunakan KM Labobar pada Selasa, 11 Juni 2024, sementara penumpang lanjutan ke Jakarta akan dibawa KM Dorolonda di hari yang sama, seluruhnya berangkat dari Makassar," kata Evan.

Dampak dan penyebab kebakaran sendiri akan segera dilakukan pemeriksaan setelah proses pendinginan selesai. Pemadaman api turut dibantu oleh 8 unit mobil pemadam kebakaran Kota Makassar.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang atas kejadian ini. Kami juga menghimbau kepada seluruh calon pelanggan untuk dapat menyesuaikan perjalanannya. Informasi seputar pembatalan tiket, penyesuaian jadwal maupun informasi lainnya dapat diperoleh melalui saluran resmi Contact Center 021-162 atau Whatsapp Official 08111621162," kata Evan.sinpo

Komentar: