Ketua MPR Desak Pemerintah dan Negara Anggota PBB Tingkatkan Tekanan ke Israel

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 27 Mei 2024 | 20:32 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (SinPo.id/Parlementaria)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (SinPo.id/Parlementaria)

SinPo.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta negara-negara anggota PBB, khususnya Indonesia terus mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel.

Permintaan ini merespons masifnya pasukan Israel yang membombardir lokasi pengungsian di Palestina. Salah satunya tempat pengungsian di Rafah yang dipenuhi warga Gaza.

Menurut Bamsoet, tekanan itu perlu ditujukan ke Israel agar mematuhi langkah-langkah tambahan setelah adanya putusan Mahkamah Internasional yang memerintahkan Israel mundur dari Rafah.

"Mengingat penolakan mereka (Israel) terhadap putusan itu hanya akan mempermalukan kesucian hukum internasional," kata Bamsoet dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin, 27 Mei 2024.

Dalam hal ini, kata dia, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Dewan Keamanan PBB dan masyarakat Internasional harus terus mengawal putusan Mahkamah Internasional tersebut. Ini penting guna memastikan Israel mematuhi dan segera menghentikan aksi brutalnya di Rafah.

Di samping itu, dia juga mendorong agar dunia internasional bisa membuka kembali penyeberangan Rafah untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan secara aman.

Atas peristiwa bombardir yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia itu, Bamseot menyampaikan dukacita dan keprihatinan yang mendalam atas serangan brutal Israel yang terus menyebabkan korban jiwa.

"MPR meminta Kementerian Luar Negeri RI terus mendesak Israel untuk segera mematuhi langkah-langkah yang diperintahkan oleh Mahkamah Internasional tanpa reservasi, dan menggarisbawahi pentingnya peran Dewan Keamanan PBB dalam memastikan implementasinya," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak 30 orang tewas dan puluhan lainnya terluka saat Israel menyerang sebuah kamp yang dihuni pengungsi di Kota Rafah, Gaza selatan pada Minggu, 26 Mei 2024. Serangan itu terjadi dekat pusat logistik Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Tal al-Sultan.

Serangan pesawat tempur Israel menghantam beberapa tenda di wilayah tersebut. Serangan dilakukan dengan menggunakan rudal dan bom seberat sekitar 907 kilogram.sinpo

Komentar: