AHY Tegaskan Manusia Punya Tanggung Jawab Kelola Air

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 22 Mei 2024 | 11:52 WIB
Menteri Agraria dan dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (SinPo.id/ATR BPN)
Menteri Agraria dan dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (SinPo.id/ATR BPN)

SinPo.id - Menteri Agraria dan dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk mengelola air secara baik, sehingga bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena, keberlanjutan pengelolaan air sangat krusial. 

Hal itu disampaikan AHY ketika akan menjadi salah satu pembicara dalam acara Forum Local and Regional Government di salah satu acara World Water Forum (WWF) ke-10 Bali, Rabu, 22 Mei 2024.

"Setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk mengelola air, sehingga bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya. Juga memastikan ketersediaan air, pangan, dan energi pada masa mendatang dalam kondisi aman," kata AHY.

Selain isu air, AHY mengatakan, dirinya juga akan membahas tantangan isu air secara global dan peluang yang bisa dikerjakan bersama. Karena, air harus diorientasikan untuk kemakmuran bersama (shared for prosperity).

Kemudian, dirinya juga akan membahas akan akses air yang baik terhadap semua warga dunia. "Jangan terjadi ketimpangan. Ada yang menikmati air bersih yang melimpah ruah, tetapi ada masyarakat yang untuk minum pun sulit sekali," kata AHY.

Berikutnya, AHY bakal menyoroti isu keberlanjutan atau sustainability. "Kami tidak ingin hanya mencari solusi yang jangka pendek, tetapi harus jangka panjang," kata AHY.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjadi salah satu pembicara dalam Forum Local and Regional Government akan membicarakan mengenai peran pemerintah daerah dalam kontribusinya terkait penanganan air.

"Kita akan membicarakan peran pemerintah daerah atau lokal kontribusinya dalam penanganan air," kata Tito.sinpo

Komentar: