Gaya Hidup Mewah keluarga pejabat

Ketika Istri Pamer Kemewahan

Komisi Pemberantasan Korupsi mengklarifikasi kekayaan yang dilaporkan sebelumnya

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 25 Maret 2023 | 04:00 WIB
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)

SinPo.id -  Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur, Sudarman Harjasaputra langsung menuju ke ruang tunggu di gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa 21 Maret lalu.  Ia hadir tanpa sekitar pukul 08.40  pagi tak mengucap sepatah kata meski awak media yang menunggu telah menyapa dirinya.

Kehadiran Sudarman di gedung antirasuah itu untuk klarifikasi terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), usai unggahan gaya hidup mewah istrinya di media sosial.

Sudarman didampingi istri Vidya Piscarista, baru keluar Gedung Merah Putih KPK, sekitar pukul 19.00 malam. Ia nampak menuntun sang istri berjalan menuju pintu keluar, usai diperiksa sekitar kurang lebih 10 jam, oleh Tim Direktorat LHKPN KPK.

"Dari jam 09.00, semua data sudah saya sampaikan sebagai pejabat negara sudah saya sampaikan ke KPK," kata Sudarman saat keluar Gedung KPK.

Sudarman mengaku telah menyampaikan datanya secara lengkap ke Tim LHKPN KPK. Ia tak memungkiri tim LHKPN telah memeriksa dirinya secara profesional.  

"Terimakasih saya sudah mengucapkan, data-data dan fakta ke tim LHKPN, semua data sudah saya sampaikan, saya ucapkan terimakasih, mereka udah bekerja profesional," katanya.

Vidya Piscarista, istri sudarman mengaku ulahnya sebagai seorang istri pejabat negara yang  pamer gaya hidup mewah di media sosial atau flexing memang tak etis. "Harusnya sih nggak," kata Vidya, usai klarifikasi bersama Sudarman malam itu.

Vidya juga membantah terkait kisaran harga barang-barang mewah miliknya yang beredar di media sosial.  "Jadi yang di sosial media itu ngga benar ya harga-harganya," katanya.

                                                                                          **

Tak hanya Sudarman, tercatat pejabat yang bermasalah akibat ulah istri juga dirasakan Kepala Subbagian (Kasubag) Administras Kenderaan Biro Umum Kemensetneg Esha Rahmansah Abrar. Bahkan Esha langsung diberhentikan atau nonaktif sementara akibat ulah istri yang pamer harta di sosial media.

“Esha telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara, Eddy Cahyono Sugiarto.

Menurut Eddy, Kemensetneg memohon maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang telah menimbulkan ketidaknyamanan. Sedangkan pemberhentian sementara untuk memudahkan verifikasi terkait kebenaran informasi yang berkembang.

Kemensesneg telah membentuk tim verifikasi internal penyelidikan lebih lanjut harta kekayaan Esha dan pejabat lainnya di lingkungan Sekretariat negara. "Selanjutnya juga telah dibentuk tim verifikasi internal untuk menyelidiki harta kekayaan Sdr. Esha Rahmansah Abrar dan aparatur sipil negara di lingkungan Sekretariat Negara," ujar Eddy menjelaskan.

Eddy juga mengatakan Kemensetneg akan berkonsultasi dengan KPK, PPATK dan lembaga lainnya agar mendapatkan fakta dan data yang lebih komprehensif.  Hal itu sebagai dasar untuk menindakanjuti ketidakwajaran perolehan harta yang dimiliki Esha Rahmansah sebagai pejabat Kemensetneg.

                                                                                           **

Direktur Penyelidikan KPK Endar Priantoro juga menimpa nasib yang tak jauh berbeda usai gaya hidup mewah istrinya viral di media sosial. Dalam unggahan foto dan video yang beredar tersebut, istri Endar memperlihatkan kegiatan berlibur ke luar negeri dan berpakaian mewah.

"KPK melalui Inspektorat akan segera melakukan klarifikasi atas LHKPN dari yang bersangkutan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri

Ali mengatakan, KPK juga bakal melibatkan Dewan Pengawas (Dewas) untuk mendalami serta memastikan kejelasan dari unggahan istri Endar yang menjadi sorotan di media sosial tersebut. Meski Ali belum memastikan kapan waktu penjadwalan klarifikasi terhadap Endar ini dilakukan. 

"Sekaligus berkoordinasi dengan Dewan Pengawas KPK untuk menelaah ada tidaknya pelanggaran kode etik dalam aktivitas dan kegiatan sebagaimana tersebut di dalam media sosial dimaksud," ujar Ali menegaskan.

                                                                                         **

Tak hanya di lembaga anti rasuah, publik juga sedangkan diramaikan unggahan gaya hidup mewah istri Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Evi Celiyanti. Akun TikTok TeamNetizen pada 18 Maret 2023 lalu menayangkan istri Agus yang hedonis.

“Yuk bongkar terus! Kali ini kelakuan hedon istri Kabareskrim Komjen Agus Andrianto yang terseret kasus suap tambang ilegal nih!,” tulis akun TikTok TeamNetizen.

Dalam sejumlah foto diunggah terlihat Agus sedang bergandengan dengan istrinya yang memakai jam tangan warna putih dan kaca mata warna kuning. Sedangkan istrinya yang diketahui bernama Evi Celiyanti berpose memakai jaket putih, kaca mata, serta sepatu warna hitam dan putih. Harga sepatu yang dipakai istri Evi diperkirakan sekitar Rp14,2 juta.

Agus dan Evi terlihat berfoto di luar negeri sama-sama memakai kaca mata. Agus memakai kaca mata diduga merek Louis Vuitton dan Evi memakai mereka Gucci seharga US$422.

Selain itu, ada foto Evi mengenakan kaca mata mewah dan sepatu Hogan. Kemudian, Evi juga kerap mengunggah foto-foto bak model. Slide terakhir, tangkapan layar soal berita Ismail Bolong tersangka kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Tampilan istri salah satu petinggi Polri kontras dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya mengingatkan jajarannya hidup sederhana sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Presiden menyampaikan tinggalkan gaya-gaya yang tidak pas pada saat ini, kehidupan hedonis," kata Sigit.

Bahkan Sigit mengacam akan mengeluarkan sanksi kurungan hingga pencopotan jabatan bagi anggota keluarga polisi yang memamerkan gaya hidup mewah di Medsos.  Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4./2019/DIVPROPAM tertanggal 15 November 2019 yang berisi peraturan disiplin anggota Polri, kode etik profesi Polri, dan kepemilikan barang mewah oleh pegawai negeri di Polri.

Aksi Pamer Juga Terjadi Pada Keluarga Pejabat Daerah

Flexing atau pamer kemewahan di Sosmed juga dilakukan istri dan anak dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau SF Hariyanto. Adrias yang merupakan istri Sekda Provinsi Riau SF Hariyanto memamerkan harta dan gaya hidup mewah di media sosial.

Namun Anto sapaan akrab Hariyanto berdalih barang-barang itu palsu alias KW. Sebelumnya Anto telah memperingatkan kepada seluruh pejabat Riau agar tidak hidup mewah termasuk keluarga sendiri.

Hal itu tak hanya menarik perhatian di media sosial namun membuat anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus kecewa.

"Sungguh amat disayangkan tindakan dari istri Sekda Riau itu. Sikap hedon yang diperlihatkan di media sosial oleh keluarga pejabat dinilai sebagai tindakan yang tidak wajar dan melukai hati masyarakat," kata Guspardi, Kamis, 23 Maret 2023 tempo hari.

Guspardi minta agar Mendagri segera mengambil Tindakan dalam kapasitas sebagai pembina aparatur sipil negara (ASN). Tidak hanya sekadar menegur, tetapi harus diproses dengan menyelidiki dan menelusuri sumber kekayaan dari yang bersangkutan.

"Hal itu bisa dilakukan dengan bekerja sama KPK dan aparat penegak hukum (APH) lainnya," ujar Guspardi menambahkan.

Ia mengingatkan seluruh pejabat dan ASN agar tidak hidup hedon. Apalagi, pamer harta di media sosial. Guspardi mengatakan ASN harus menerapkan hidup sederhana sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak memamerkan harta.sinpo

Komentar:
BERITALAINNYA
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Menekan Harga Beras
Sabtu, 02 Maret 2024
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Menteri Pengganti di Ujung Pemerintahan
Sabtu, 24 Februari 2024
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Prabowo – Gibran Melenggang
Sabtu, 17 Februari 2024
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Eddy Lepas dari Tuduhan
Sabtu, 03 Februari 2024
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Pungli di Rutan Lembaga Antirasuah
Sabtu, 27 Januari 2024
Ilustrasi (SinPo.id/Wawan Wiguna)
Laporan Kinerja KPK 2023
Sabtu, 20 Januari 2024