Ada yang Datangkan 5000 Senjata, Panglima TNI: Akan saya Buat Merintih
Jakarta, sinpo.id - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, menyebutkan adanya institusi diluar militer yang akan mendatangkan 5000 senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden.
"Situasi yang sekarang ini sama-sama harus kita waspadai, ada semacam etika politik yang tidak bermoral, itu terjadi sekarang ini. Sehingga, suatu saat apabila kami yang junior ini melakukan langkah diluar kepatutan para senior, itu karena kami bhayangkari. Tapi, pasti data-data kami akurat, ada kelompok isntitusi 5000 pucuk senjata. Bukan militer, ada itu, ada yang memaksa, ada yang mempidanakan. Dan data-data kami, intelijen kami, akurat," kata Jenderal di Mabes TNI, Jakarta.
Dia juga mensinyalir ada anggota institusi TNI yang tidak bersih dengan bersikap amoral demi kepentingan meraih jabatan.
"Bahkan TNI pun akan dibeli, jujur saya katakan, tidak semua institusi (TNI) bersih. Ada yang punya keinginan dengan cara yang amoral untuk mengambil jabatan" ungkpamya.
Jenderal pun berjanji, pihaknya akan memgambil tindakan tegas apabila institusi tersebut tetap memaksa.
"Saya berjanji, mereka akan saya buat merintih. Bukan hanya menangis, biarpun itu Jenderal, karena ini berbahaya. Memakai nama Presiden, seolah-olah itu Presiden yang berbuat, padahal saya yakin itu bukan Presiden,” tegasnya.
Gatot pun mengatakan, hanya TNI-Polri yang berhak memiliki senjata. Kalaupun Polri memiliki persenjataan perang, TNI akan menyerbunya.
"Saya katakan, kita akan pantau terus, begitu itu ada, akan kita serbu, jadi suatu saat kita akan menyerbu pak. Karena di NKRI, tidak boleh ada isntitusi selain TNI dan Polri. Bahkan, Polisi pun tidak boleh ada senjata yang bisa menembak Tank, dan bisa menembak pesawat, dan bisa menembak kapal, saya serbu kalau ada," tutupnya.

