Pengeroyok Ade Armando Saat Aksi 11 April Sudah Ditangkap?

Laporan: Samsudin
Senin, 11 April 2022 | 18:54 WIB
Ade Armando nampak babak belur dihajar massa aksi 11 April/ist
Ade Armando nampak babak belur dihajar massa aksi 11 April/ist

SinPo.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pihaknya sudah menangkap sejumlah orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando, saat aksi demo 11 April, siang tadi.

"Sudah diamankan beberapa orang," kata Zulpan kepada wartawan, Senin (11/4).

Meski sudah ditangkap, Zulpan belum bisa mengungkapkan data lebih detail soal kejadian hingga keberadaan Ade sekarang. Namun diketahui, polisi mengamankan Ade Armando yang terluka saat demo tersebut.

"Saya belum tahu (dibawa kemana). Yang jelas dia mengalami luka-luka dan pemukulan,” katanya.

“Nah motifnya belum tahu kenapa. Karena ada di dalam kerumunan massa saat dipukuli, bahkan celananya dilepaskan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (11/4) siang berujung ricuh. Bahkan salah satu korbanya adalah dosen UI, Ade Armando.

Awalnya, aksi yang dilakukan guna memprotes wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi itu berjalan damai. Namun, tiba-tiba saja kericuhan pecah menjelang sore hari. 

Dalam video yang beredar, Ade Armando nampak bersitegang dengan sejumlah orang. Dari suara dalam video itu, terdengar suara perempuan. Ade Armando yang mengenakan kaos hitam meladeni si perempuan tersebut.

Terdengar dari video yang beredar itu Ade Armando diteriaki 'buzzer'. Tak hanya itu, dia juga disebut pengkhianat oleh sejumlah orang.

"Buzzer, buzzer, bulan puasa, munafik, pengkhianat, penjilat," teriak wanita seperti dalam video.

Ade Armando lalu sempat menjawab emak-emak yang meneriakinya itu.

"Apa kamu?" jawab Ade Armando.

Kemudian, terdengar massa lain menimpali Ade Armando lagi. Dia diminta sadar oleh massa.

"Sadar kamu, sadar, sadar bulan puasa," timpal massa lain.

Tak berselang lama, kericuhan pun pecah. Ade awalnya dikawal sejumlah orang untuk menjauh. Namun, kericuhan yang terlanjur pecah berujung aksi saling lempar.

Sejurus kemudian, teriak huuuu terdengar makin kencang. Saat itu, Ade langsung dipeluk beberapa pria yang hendak mengamankannya. Namun, massa yang terbilang banyak tak mampu dilerai.

Hingga akhirnya mereka melancarkan pukulan demi pukulan ke arah Ade Armando. Terlihat, kedua tangan Ade menutupi wajah untuk menghindari amukan massa yang terlihat anarkis.

Meski tak ada perlawana dari Ade Armando, massa justru terus menghunjani Ade dengan sejumlah pukulan dan tendangan.

Beruntung, di tengah amukan massa terlihat sejumlah orang menyelamatkan Ade Armando dan membawanya ke dalam komplek DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ade yang menggunaka baju berwarna hitam bertuliskan 'Pergerakan Indonesia untuk Semua', nampak dipapah oleh sejumlah orang masuk kedalam komplek Parlemen Senayan, Jakarta.

Ade Armando memang mengikuti demo 11 April di kompleks DPR. Dia menolak Jokowi 3 periode.

Ade mengaku tak berniat ikut dalam aksi unjuk rasa bersama mahasiswa. Namun, ia mendukung aspirasi BEM SI yang menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Saya tidak ikut demo. Saya mantau dan ingin mengatakan saya mendukung," kata dia kepada wartawan di lokasi, Senin (11/4) siang.

BERITALAINNYA