Penuhi Panggilan Polisi, Rizky Billar Siap Kembalikan Uang Kado Pemberian Doni Salmanan

Laporan: Samsudin
Selasa, 22 Maret 2022 | 14:59 WIB
Rizky Billar ditemani sang istri, Lesti Kejora penuhi panggilan Polri/net
Rizky Billar ditemani sang istri, Lesti Kejora penuhi panggilan Polri/net

SinPo.id - Aktor Rizky Billar memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, untuk diperiksa sebagai saksi terkait penipuan aplikasi trading Binary Option Quotex dengan tersangka Doni Salmanan.

Rizky Billar tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri pukul 11.57 WIB, didampingi istrinya Lesti Kejora serta pengacaranya Sandy Arifin.

Kepada wartawan yang menunggu kedatangannya, pria kelahiran 1995 itu tak mau bicara banyak. Ia lantas berjalan masuk ke ruang pemeriksaan sambil memegang tangan sang istri.

Saat ditanyakan apakah bersedia untuk mengembalikan uang yang diberikan oleh Doni Salmanan, Rizky menjawab bersedia.

"Pasti donk (balikin)," kata Rizky singkat.

Sebelumnya, penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri memeriksa sejumlah publik figur terkait penelusuran aliran dana Doni Salmanan, tersangka penipuan investasi aplikasi Binary Option Quotex.

Sejumlah pablik figur yang diperiksa di antaranya Rizky Febian diperiksa Rabu (16/3), kemudian Reza Arap, Atta Halilintar, dan Arief Muhammad diperiksa Kamis (17/3).

Sejumlah publik figur itu diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana atau barang yang diberikan oleh Doni Salmanan, seperti Reza Arap terkait uang saweran saat main game senilai Rp1 miliar, Arief Muhammad terkait pembelian mobil mewah Porsche senilai Rp4 miliar, Rizky Febian terkait uang donasi lelang minuman senilai Rp400 juta.

Adapun Atta Halilintar terkait hadiah tas branded merek Dior pada hari ulang tahunnya, dan amplop pernikahan untuk Rizky Billar yang belum diketahui jumlahnya.

Dalam perkara ini, Doni Salmanan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang ITE ancamannya 6 tahun penjara. Selain itu, Pasal 378 KUHP ancaman penjara 4 tahun dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI