Wagub DKI Soroti Keberhasilan Film Ghost in the Cell

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 07 Juni 2026 | 19:35 WIB
Wagub DKI Jakarta Rano Karno menghadiri konferensi pers dan nobar film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Menteng (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wagub DKI Jakarta Rano Karno menghadiri konferensi pers dan nobar film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Menteng (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri konferensi pers dan nonton bareng film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Juni 2026. 

Dalam kesempatan itu, dia menyoroti capaian film tersebut yang telah ditonton lebih dari 3,2 juta orang dalam 32 hari penayangan.

Menurut Rano, keberhasilan film tersebut menunjukkan bahwa industri perfilman Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat di tingkat global. Dia menilai pencapaian itu tidak hanya tercermin dari jumlah penonton, tetapi juga dari keberhasilan distribusi film ke berbagai negara.

“Keberhasilan film ini menunjukkan bahwa karya kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Apalagi hak distribusinya telah terjual ke 148 negara. Ini membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menembus pasar dunia dan menjadi sarana promosi budaya Indonesia di tingkat internasional,” kata Rano.

Rano menuturkan, perkembangan industri film nasional berlangsung di tengah tren global yang menunjukkan penurunan jumlah penonton bioskop akibat pergeseran konsumsi hiburan ke platform digital. Indonesia, kata dia, justru mengalami pertumbuhan.

Dia menyebut jumlah penonton film di Indonesia sepanjang 2024 mencapai 122 juta orang. Kondisi itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan pelaku industri perfilman internasional.

“Jumlah penonton film di Indonesia pada 2024 mencapai 122 juta orang. Jakarta masih memiliki sekitar 3.500 layar bioskop aktif. Ini menjadi anomali yang menarik perhatian investor, produser, dan sineas dunia untuk datang dan berkarya di Indonesia, khususnya Jakarta,” tuturnya. 

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Rano berujar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merancang Jakarta Film Commission. Lembaga itu diproyeksikan menjadi sarana untuk mempermudah proses produksi film sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif dan kota sinema.

“Jakarta sedang mendesain Jakarta Film Commission. Ke depan, kami ingin menghadirkan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi sineas Indonesia agar semakin banyak karya berkualitas lahir dari Jakarta,” kata Rano.

Menurut dia, keberadaan komisi film itu akan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan ruang kolaborasi dan dukungan bagi pelaku industri kreatif. 

Rano optimistis tren positif perfilman nasional akan berlanjut seiring meningkatnya jumlah produksi film Indonesia yang kini mendekati 120 judul setiap tahun.

Dia pun berharap keberhasilan Ghost in the Cell dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak karya film nasional yang mampu menjangkau pasar global sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pertumbuhan industri perfilman Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem perfilman kita terus tumbuh. Saya berharap keberhasilan Ghost in the Cell menjadi inspirasi bagi para sineas untuk terus menghasilkan karya terbaik, sehingga Jakarta dapat semakin berkembang sebagai kota kreatif dan menjadi rumah bagi kemajuan industri perfilman Indonesia,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI