BADKO HMI Jatim Apresiasi Kinerja Fiskal Pemerintah

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 07 Juni 2026 | 19:33 WIB
Yusfan Firdaus (Sinpo.id/BADKO HMI Jatim)
Yusfan Firdaus (Sinpo.id/BADKO HMI Jatim)

SinPo.id -  Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan fiskal.

Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, organisasi mahasiswa tersebut menilai sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, Yusfan Firdaus, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menunjukkan kinerja yang optimal dalam mengelola instrumen fiskal, mulai dari pengelolaan anggaran negara hingga menjaga berbagai indikator ekonomi tetap terkendali.

“Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah bekerja optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami bahwa persoalan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan ranah yang menjadi tanggung jawab Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,” kata Yusfan dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut Yusfan, keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekonomi masyarakat perlu didukung oleh kebijakan moneter yang mampu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia menilai koordinasi yang baik antara otoritas fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.

BADKO HMI Jatim juga mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka terkait arah kebijakan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik dan meminimalkan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami mempertanyakan apakah kebijakan yang selama ini ditempuh benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi nasional. Bank Indonesia harus menjelaskan secara terbuka arah kebijakan yang diambil agar tidak menimbulkan kecurigaan dan spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Yusfan menilai kondisi ekonomi domestik secara umum masih menunjukkan kinerja yang positif. Menurutnya, berbagai indikator pertumbuhan ekonomi masih dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah, sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga momentum tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan ekonomi yang diambil.

“Sebagai masyarakat yang mencintai NKRI, kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa, termasuk kedaulatan ekonomi. Kepentingan nasional harus selalu ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, BADKO HMI Jawa Timur berencana menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur untuk membahas perkembangan ekonomi nasional sekaligus menyusun rekomendasi dan langkah advokasi terkait kebijakan ekonomi yang dinilai perlu mendapat perhatian.

“Kami akan menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Bank Indonesia serta meminta pertanggungjawaban yang jelas atas upaya menjaga stabilitas nilai rupiah. Ini adalah bagian dari ikhtiar mahasiswa dalam mengawal kepentingan rakyat dan masa depan ekonomi Indonesia,” kata Yusfan.

BADKO HMI Jawa Timur menegaskan bahwa kritik dan masukan terhadap lembaga negara merupakan bagian dari kontrol publik dalam sistem demokrasi, dengan tetap mengedepankan objektivitas, data, dan kepentingan bangsa sebagai prioritas utama.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI