DKI Lirik Ciangir untuk Olah Sampah Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 05 Juni 2026 | 21:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan meninjau fasilitas pengolahan sampah di Ciangir, Tangerang, pekan depan. Kunjungan itu dilakukan di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang.

Pramono mengatakan fasilitas di Ciangir mengolah sampah yang telah dipilah, termasuk sampah organik yang dapat diubah menjadi kompos. 

Menurut dia, model pengolahan tersebut berpotensi menjadi salah satu solusi baru bagi pengelolaan sampah Jakarta.

“Dengan pemilahan sampah, kemudian kita akan tinjau juga yang sudah dipisahkan untuk kompos dan sebagainya di Ciangir, karena minggu depan saya akan ke sana, itu juga akan menjadi alternatif baru,” kata Pramono, Jumat, 5 Juni 2026.

Dia menuturkan Pemprov DKI masih berupaya menekan volume sampah yang dikirim ke Bantar Gebang. Pramono menyebut, salah satu langkah yang ditempuh ialah mendorong pengolahan sampah langsung dari sumbernya, baik dari rumah tangga, pasar, maupun tempat usaha.

Selain menjajaki pengolahan sampah berbasis pemilahan, lanjutnya, Pemprov DKI juga menyiapkan kerja sama pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste to fuel. 

"Program tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah di Bantar Gebang dan fasilitas RDF Rorotan," ungkapnya. 

Pramono juga menyatakan, operasional RDF Rorotan kini berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pemerintah, kata dia, membatasi volume sampah yang masuk ke fasilitas itu agar persoalan bau yang sempat dikeluhkan warga tidak kembali muncul.

“Dan karena sudah kita tangani lebih baik, memang sekarang ini saya menahan untuk tidak lebih dari 1.000 supaya bau itu tidak ada,” ujar Pramono. 

Menurut Pramono, keluhan warga terkait RDF Rorotan saat ini juga menurun drastis. Dia menyebut aduan mengenai dampak operasional fasilitas tersebut hampir tidak lagi terdengar.

Di sisi lain,  kata dia, Pemprov DKI membuka peluang lebih luas bagi berbagai pihak yang ingin mengelola sampah langsung dari sumbernya. Menurutnya, skema itu mencakup pengolahan sampah di pasar, lingkungan permukiman, hingga sektor hotel, restoran, dan kafe.

“Maka dengan demikian, saya sekarang memberikan izin, memberikan persetujuan siapa saja yang akan mengelola sampah, tidak perlu di tempat pembuangan sampah, tapi di ujung, apakah di pasar, apakah di rumah tangga, di horeka dan sebagainya, selama bisa mengurangi sampah yang dikirimkan ke Bantar Gebang, kami setujui,” kata Pramono.

Pramono menambahkan, semakin banyak sampah yang diolah sejak awal, semakin kecil beban yang harus ditangani di Bantar Gebang. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI