Anggota DPR Minta Negara Perhatikan Nasib Nelayan Kecil di Tengah Gejolak Energi Dunia

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:49 WIB
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi IV DPR RI Riyono, meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib nelayan kecil. Pasalnya, gejolak energi dunia sudah berimbas kepada perikanan, mengingat harga solar non subsidi yang mulai merangkak naik.

Dalam catatan di APBN solar subsidi untuk nelayan di bawah 30 GT mengalami sedikit penurunan kisaran 1.3 persen dibanding tahun 2025.

Alokasi untuk 2025 sebesar 18.41 Juta KL dengan realisasi 18.88 juta KL artinya melebihi kuota yang di sediakan. Sedangkan lokasi 2023 sebanyak 17.40 juta KL dengan realisasi 17.62 juta KL atau hanya sekitar 92.7 persen.

“Solar subsidi untuk nelayan dengan harga 6800/liter pemerintah memberikan subsidi 1000 rupiah/liter. Harusnya solar subsidi harganya 7800/liter. Harga ini masih terjangkau dan meringankan para nelayan kecil kita,” kata Riyono, dalam keterangan persnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, kehadiran negara bagi nelayan, wajib cepat dan responsif. Mengingat kondisi energi yang tidak menentu membuat negara harus terus siap dan membela kepentingan nelayan kecil.

“90 persen protein dunia dari ikan dan hasil laut di hasilkan oleh nelayan kecil kita, artinya keberadaan mereka untuk tetap bisa bekerja dan melaut akan melindungi hampir 3 juta rumah tangga nelayan,” ungkapnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI