Komisi II DPR: Peringatan Hari Otda Momentum Tata Kemandirian Daerah

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 27 April 2026 | 16:43 WIB
Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menilai peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXX harus jadi momen untuk kembali menata pembinaan dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Koordinasi yang baik penting demi meningkatkan kemandirian daerah.

Dia mengatakan keuangan 90 persen daerah itu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Ketika transfer keuangan ke daerah dikurangi untuk program pusat yang bersifat strategis, maka daerah akan kelimpungan.

"Daerah harus mampu menghadirkan kemandirian dan alternatif keuangan lainnya dan karena itu ruang-ruang bagi daerah untuk menghadirkan kemandirian itu harus juga tetap diberikan oleh pusat," kata Rifqinizamy di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Selain itu, Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini mengatakan seluruh pihak harus menyadari bahwa pemberian otonomi daerah adalah bagian dari cara merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bhineka, plural, dan majemuk.

Dengan cara itu, kata Rifqinizamy, negara tetap memberikan ruang bagi kekhasan daerah dan ruang politik orang-orang di daerah untuk tetap bisa merasa nyaman di dalam satu rumah bernama Indonesia.

Di sisi lain, dia menilai bahwa ada saja penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh kepala daerah, yang justru bersikap sebagai 'raja kecil'. Nyatanya, sikap-sikap itu tidak mempunyai korelasi besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Maka dari itu, Rifqinizamy mengatakan titik keseimbangan antara pusat dan daerah merupakan hal yang penting. Komunikasi daerah dan pusat, kata dia, harus terus dibangun dan kepala pemerintahan tertinggi harus mampu berkomunikasi dengan seluruh pihak di setiap daerah.

"Peringatan otonomi daerah ini bukan sekadar pemberian kewenangan dan keuangan kepada daerah tetapi pemberian penghargaan dan ruang yang cukup besar dan nyaman bagi daerah di rumah besar bernama Indonesia," katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI