AHY Tinjau Proyek Strategis Nasional dari Sekolah Rakyat hingga Jalan Tol di DIY
SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 24 April 2026, guna meninjau sejumlah program strategis nasional.
Kunjungan tersebut juga sekaligus memastikan pemerataan pembangunan berjalan tepat sasaran, mulai dari sektor pendidikan, permukiman, hingga infrastruktur konektivitas. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rangkaian kunjungan difokuskan pada sejumlah program prioritas, yakni peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo, penataan kawasan permukiman Mrican di Sleman dan Kampung Lampion Kotabaru, serta progres Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Prambanan–Purwomartani yang terhubung dengan koridor Jogja–Solo.
Staf Khusus Menko Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan kehadiran Menko AHY di lapangan bertujuan memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mengidentifikasi tantangan di tingkat daerah.
“Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terfokus pada proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti pendidikan, kualitas permukiman masyarakat, dan kesejahteraan rakyat,” ujar Herzaky.
Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menaruh perhatian besar terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo sebagai salah satu program prioritas nasional untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Program ini dihadirkan untuk membuka akses belajar bagi masyarakat kurang mampu, menyediakan lingkungan pendidikan yang layak, serta membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Herzaky, penguatan infrastruktur pendidikan menjadi fondasi penting agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung sekolah, melainkan membangun harapan, memutus rantai kemiskinan, dan menyiapkan generasi masa depan yang berdaya saing,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU memiliki peran strategis melalui penyediaan infrastruktur dasar dan sarana pendukung pendidikan, mulai dari bangunan sekolah yang layak, sanitasi, akses jalan, air bersih, hingga lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Sinergi lintas kementerian ini diharapkan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Selain itu, Menko AHY juga meninjau implementasi program Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) melalui kegiatan penanaman pohon di sisi Jalan Tol ruas Prambanan–Purwomartani, koridor Jogja–Solo. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya modern dan fungsional, tetapi juga ramah lingkungan, memperkuat konservasi air, mengurangi polusi, serta meningkatkan kualitas kawasan perkotaan.
Peninjauan juga dilakukan pada penataan kawasan kumuh Mrican, Sleman, serta Kampung Lampion Kotabaru. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, memperbaiki lingkungan permukiman, dan menciptakan kawasan yang lebih sehat, tertata, serta produktif bagi kegiatan ekonomi warga.
Selain itu, progres pembangunan Jalan Tol Prambanan–Purwomartani sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional diharapkan mampu mempercepat konektivitas antarwilayah di DIY dan Jawa Tengah, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

