Andina Dorong Pemerintah Maksimalkan Diplomatik Redam Konflik di Selat Hormuz
SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang medorong pemerintah Indonesia memaksimalkan diplomasi untuk meredam konflik di Selat Hormuz yang semakin mengkhawatirkan.
Bagi dia, Indonesia punya modal kuat atau kelebihan dibandingkan negara-negara lain untuk 'membujuk' kedua kubu yang bersitegang menghentikan serangan-serangan di Selat Hormuz.
"Indonesia punya modal diplomatik yang belum banyak dimiliki negara lain, hubungan baik dengan kedua kubu, posisi bebas aktif yang kredibel, dan kedekatan historis dengan negara-negara teluk. Modal ini harus dipakai, sebagai terobosan diplomasi," kata Andina saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Komisi I DPR RI ini juga mengamini bila eskalasi di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa stabilitas kawasan Teluk kini berada pada titik paling rapuh sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.
"Terutama, setelah penyitaan dua kapal kontainer oleh IRGC dan kegagalan perundingan Islamabad," kata Andina.
Oleh karena itu, Wakil Rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng) itu mengingatkan pemerintah bila eskalasi di Selat Hormuz bukan lagi semata-mata konflik bilateral Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Ini sudah menjadi krisis jalur energi global yang dampaknya langsung terasa pada APBN, nilai tukar, dan daya beli masyarakat kita," tegasnya.
Kondisi di Selat Hormuz menunjukkan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang berujung pada saling blokade di kawasan tersebut telah menyebabkan terganggunya jalur pelayaran internasional, khususnya distribusi energi global.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu gejolak ekonomi dunia, termasuk kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.
