Rano akan Berkantor di Kota Tua Awasi Revitalisasi
SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan akan berkantor langsung di kawasan Kota Tua sebagai bagian dari upaya mengawal proses revitalisasi yang segera dimulai. Langkah ini ditempuh untuk memastikan proyek penataan berjalan sesuai rencana.
“Insyaallah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua,” ujar Rano, Kamis, Kamis, 9 April 2026.
Rano yang juga menjabat Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kota Tua mengatakan, kehadiran langsung di lokasi diperlukan untuk mengawasi pelaksanaan program secara intensif.
Menurut dia, pemerintah provinsi ingin menunjukkan keseriusan dalam menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.
“Di sini kita memberikan keyakinan bahwa Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua,” kata dia.
Pemerintah, lanjut Rano, telah membentuk tim khusus serta kelompok kerja (pokja) untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam proyek revitalisasi.
Selain itu, sejumlah pakar yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan Kota Lama Semarang juga dilibatkan dalam proses perencanaan.
Dalam tahap awal, revitalisasi akan difokuskan pada zona inti yang mencakup area seluas sekitar 80 hektare dari total kawasan Kota Tua sekitar 363 hektare. Beberapa titik utama seperti Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah masuk dalam prioritas penataan.
“Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu,” ujar Rano.
Selain penataan kawasan bersejarah, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek pendukung seperti penyediaan lahan parkir dan penataan pedagang kaki lima.
Rano menilai kedua elemen tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

