Ketua BKSAP DPR Harap Diplomasi Parlemen Jadi Jembatan Komunikasi Hadapi Ketegangan Global
SinPo.id - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, berharap diplomasi parlemen mampu menjadi jembatan komunikasi yang lebih cair di tengah ketegangan global.
Pihaknya juga mengatakan tengah merumuskan sikap diplomasi parlemen Indonesia dalam merespons konflik global yang kian memanas, khususnya menjelang sidang Inter-Parliamentary Union (IPU).
“Mudah-mudahan bisa mencairkan sesuatu yang mungkin agak kaku, kemudian terlalu formal. Diplomasi parlemen,” kata Syahrul, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Terlebih, kata Syahrul, konfigurasi geopolitik global saat ini terbagi dalam beberapa blok kekuatan. Namun, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif atau non-blok.
Meski demikian, ia mengakui adanya persepsi yang berkembang bahwa posisi Indonesia cenderung condong ke salah satu blok, yang dinilai dapat memengaruhi dinamika hubungan internasional, termasuk dalam kasus tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz.
“Ada yang menganggap Indonesia tampaknya tidak lagi non-blok, sudah mengarah kepada blok Amerika. Sehingga ada hambatan, ada tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berencana memanfaatkan forum-forum internasional, termasuk IPU, untuk membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk Iran.
“Kita akan coba melakukan diplomasi, pertemuan bilateral nantinya dengan Iran. Baik di kedutaan di sini ataupun di forum nanti di IPU, kalau Iran hadir. Coba untuk mencairkan hubungan ini,” katanya.
