Pemprov DKI Bertekad Tahan Kenaikan Harga Plastik

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 07 April 2026 | 22:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah provinsi berupaya menahan dampak kenaikan harga plastik di tengah gejolak global akibat penutupan Selat Hormuz. Namun, dia mengakui kewenangan pengadaan komoditas tersebut berada di luar kendali pemerintah daerah.

“Kalau plastik, jujur terus terang Pemerintah DKI Jakarta sebisa mungkin menahan itu (kenaikan harga),” ujar Pramono, Selasa, 7 April 2026.

Menurut dia, kebijakan terkait pengadaan plastik umumnya menjadi ranah pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap harus bersiap menghadapi dampak kenaikan harga yang mungkin terjadi.

“Dalam kondisi seperti ini ya mau tidak mau, suka tidak suka kita semua harus bersama-sama menghadapi persoalan kenaikan ini,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Pramono memastikan ketersediaan bahan pokok strategis di Jakarta masih aman. Dia menyebut stok telur, beras, hingga daging belum mengalami kenaikan harga.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, juga telah menyiapkan langkah intervensi jika harga kebutuhan pokok melonjak di luar kewajaran, termasuk melalui penyelenggaraan pasar murah.

“Kalau untuk beras, cabai, daging, Pemerintah DKI Jakarta dengan cepat bisa melakukan pasar murah. Kalau memang nanti kami melihat bahwa harganya sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI