Houthi Luncurkan Rudal ke Israel, Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
SinPo.id - Konflik Israel-Amerika Serikat dengan Iran yang memasuki pekan kelima semakin meluas setelah kelompok Houthi di Yaman resmi terlibat. Pada Sabtu, pasukan Houthi meluncurkan dua rudal balistik ke wilayah selatan Israel, tepatnya kawasan sensitif Gurun Negev yang berbatasan dengan Gaza dan dekat situs nuklir Dimona. Kedua proyektil berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Israel dan Amerika.
Meski serangan berhasil digagalkan, ancaman Houthi menambah dimensi baru dalam perang yang semakin kompleks. Wakil Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, menegaskan:
“Kami menjalankan pertempuran ini secara bertahap, dan menutup Selat Bab al-Mandeb adalah salah satu opsi kami.”
Menanggapi kabar bahwa Amerika Serikat berencana mengirim pasukan darat ke kawasan Teluk, Mansour menambahkan:
“Jari kami ada di pelatuk.”
Penutupan Bab al-Mandeb, yang terletak di ujung selatan Laut Merah menuju Teluk Aden dan Laut Arab, akan menjadi pukulan besar bagi perdagangan global. Langkah ini akan melengkapi strategi Iran yang sebelumnya menutup Selat Hormuz di Teluk Persia, jalur vital bagi seperlima pengiriman minyak dan gas dunia.
Kelompok Houthi, yang dikenal sebagai bagian dari “poros perlawanan” Iran, telah lama menunjukkan kemampuan militer yang jauh melampaui ukuran mereka di atas kertas. Mereka menggunakan rudal, drone, kapal cepat, hingga drone laut untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Sejak November 2023, Houthi tercatat telah menyerang lebih dari 200 kapal di kawasan tersebut.
Ancaman terbaru ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi jalur perdagangan internasional, termasuk negara-negara Eropa yang bergantung pada jalur Laut Merah dan Terusan Suez. Seorang perwira senior Inggris menyebut situasi ini sebagai “era baru peperangan” yang menuntut penggunaan sistem kendali jarak jauh dan teknologi robotik untuk menjaga navigasi di Selat Hormuz maupun Bab al-Mandeb.
Dengan keterlibatan Houthi, perang yang dipimpin AS dan Israel melawan Iran tampaknya akan berlangsung lama. Garda Revolusi Iran dan milisi Houthi diyakini sedang bertaruh pada eskalasi berkepanjangan.

