Trump Pertimbangkan Operasi Darat di Iran, Pakar Peringatkan Dampak 'Katastrofik'

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 30 Maret 2026 | 05:15 WIB
perang (pixabay)
perang (pixabay)

SinPo.id -  Dengan solusi diplomatik atas konflik Iran yang tampak semakin jauh, dan rakyat Amerika merasakan dampak perang di pompa bensin, Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan pendekatan militer yang lebih kuat untuk mengakhiri perang.

Iran, yang sebelumnya membantah adanya pembicaraan damai, pada Minggu menuduh AS diam-diam menyiapkan operasi darat meski masih membicarakan negosiasi.

Sementara itu, menteri-menteri dari Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir bersiap menggelar perundingan di Islamabad, kapal perang USS Tripoli tiba di kawasan Teluk dengan membawa sekitar 3.500 marinir dan pelaut, serta pesawat tempur dan aset taktis amfibi.

Menurut laporan Washington Post, Pentagon tengah merencanakan operasi darat selama beberapa pekan di Iran, dengan tim operasi khusus dan pasukan infanteri yang akan dikerahkan di daratan, serta serangan terbatas ke target militer tanpa melakukan invasi penuh. Media AS lainnya melaporkan pemerintahan Trump mempertimbangkan mengirim tambahan 10.000 pasukan untuk serangan darat yang bisa berlangsung berbulan-bulan.

Gedung Putih menegaskan bahwa Pentagon bekerja untuk memberi presiden “opsi maksimal,” namun menambahkan:

“Hal ini tidak berarti Presiden telah membuat keputusan.”

Dr Jack Clayton, analis kebijakan luar negeri AS dari SOAS, menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz memberi tekanan besar pada Trump untuk mengalahkan Iran di kawasan tersebut.

“Tidak akan menjadi hasil yang dapat diterima secara politik bagi Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Selat tetap tertutup, baik dari sisi domestik maupun kredibilitas geopolitik Amerika,” katanya.

Profesor Fawaz Gerges dari London School of Economics menambahkan bahwa setiap eskalasi AS akan dibalas Iran.

“Iran memiliki pasukan darat yang mampu membuat pasukan Amerika terjebak dalam perang atrisi, dan itulah yang mereka coba lakukan. Jika Trump memerintahkan operasi darat, ia akan terjebak dalam perangkap Iran,” ujarnya.

Gerges memperingatkan bahwa perang berkepanjangan akan berdampak “katastrofik” bagi ekonomi global dan bisa memicu ketidakstabilan politik di negara-negara seperti Mesir, Suriah, dan Yordania.

Dengan tambahan ribuan pasukan AS yang sudah tiba di Timur Tengah, tekanan untuk melancarkan operasi darat semakin besar. Namun para pakar menilai langkah ini berisiko memperpanjang perang dan menjerumuskan Amerika ke dalam konflik yang sulit dimenangkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI