Alasan Akademik, Mendikdasmen Batalkan Rencana Rencana Sekolah Daring

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 25 Maret 2026 | 15:37 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau pemberian MBG di sekolah (SinPo.id/ Dok. Dikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau pemberian MBG di sekolah (SinPo.id/ Dok. Dikdasmen)

SinPo.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan, proses pembelajaran siswa di sekolah akan tetap dilakukan seperti biasa tatap muka setelah libur Lebaran berakhir. Artinya, rencana sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik, sebagai salah satu opsi antisipasi dampak krisis global, dibatalkan. 

"Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik," kata Mu'ti kepada wartawan, Rabu, 25 Maret 2026.

Mu'ti menjelaskan, berdasarkan hasil rapat lintas kementerian, diputuskan proses belajar dan mengajar di sekolah berjalan secara luring alias tatap muka. Hal ini merujuk pada keterangan resmi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada 23 Maret 2026.

"Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," ujarnya. 

Selain itu, keputusan pembatalan sekolah daring, juga berdasarkan pertimbangan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid. Karena, pembelajaran langsung di kelas memiliki banyak keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem daring. Interaksi guru dan siswa menjadi faktor penting dalam membangun pemahaman materi secara menyeluruh, sekaligus membentuk karakter siswa.

Selain aspek akademik, keberadaan siswa di lingkungan sekolah juga berperan dalam pengembangan keterampilan sosialnya. 

Dalam beberapa waktu ke depan, Kemendikdasmen akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait hal tersebut. 

"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI