Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran, Ketegangan Selat Hormuz Meningkat

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:50 WIB
Selat Hormuz
Selat Hormuz

SinPo.id -  Pemerintah Inggris resmi mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan terhadap fasilitas rudal Iran yang menargetkan kapal di Selat Hormuz.

Juru bicara Downing Street menyatakan bahwa keputusan tersebut telah dikonfirmasi dalam rapat para menteri pada Jumat (waktu setempat). Langkah ini merupakan bagian dari operasi defensif untuk melemahkan kemampuan rudal Iran.

Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya telah menyetujui kerja sama tersebut dengan menegaskan bahwa keterlibatan Inggris bersifat terbatas dan tetap berlandaskan hukum internasional.

“Inggris tetap berkomitmen melindungi rakyat, kepentingan, dan sekutu kami, tanpa terlibat dalam konflik yang lebih luas,” demikian pernyataan resmi pemerintah.

Dua pangkalan militer yang digunakan dalam operasi ini adalah RAF Fairford dan Diego Garcia, yang akan menjadi titik keberangkatan pesawat pembom AS untuk menargetkan instalasi rudal Iran.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran global, setelah Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Meski demikian, pemerintah Inggris menegaskan bahwa kerja sama ini masih berada dalam kerangka “defensif” yang telah disepakati sejak 1 Maret, dan tidak dimaksudkan untuk memperluas konflik.

Namun, keputusan tersebut diperkirakan akan memicu tekanan politik terhadap Starmer, terutama dari pihak yang menentang keterlibatan Inggris dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Sementara itu, Inggris bersama mitra internasional lainnya masih menyusun rencana untuk memastikan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute vital perdagangan energi dunia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI