Trump Sebut NATO 'Pengecut' usai Tolak Ikut Amankan Selat Hormuz
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap sekutu NATO yang menolak bergabung dalam upaya militer AS untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut aliansi pertahanan NATO sebagai “macan kertas” tanpa kehadiran Amerika Serikat.
“Tanpa AS, NATO adalah macan kertas,” tulis Trump, seraya menuding negara-negara sekutu tidak berani terlibat dalam menghadapi Iran.
Trump juga mengkritik sikap negara-negara Eropa yang dinilai enggan membantu membuka kembali Selat Hormuz, meskipun jalur tersebut menjadi penyebab utama lonjakan harga minyak global.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat telah “menang secara militer” dalam konflik tersebut dan mengklaim risiko bagi sekutu sebenarnya sangat kecil.
“Mereka mengeluhkan harga minyak yang tinggi, tapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz. Sangat mudah dilakukan dengan risiko kecil,” ujar Trump.
Trump bahkan menyebut sekutu NATO sebagai “pengecut” dan memperingatkan bahwa sikap tersebut akan diingat oleh Amerika Serikat.
Ketegangan ini muncul setelah sejumlah negara anggota NATO menolak terlibat langsung dalam konflik melawan Iran. Beberapa negara Eropa dilaporkan baru akan mempertimbangkan partisipasi setelah adanya gencatan senjata.
Situasi semakin memanas setelah Iran menutup sebagian akses di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Pembatasan ini menyebabkan lonjakan tajam harga minyak dan gas global, memicu kekhawatiran krisis energi internasional.
Hingga kini, konflik antara AS, Israel, dan Iran terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda, sementara tekanan terhadap pasar energi global semakin meningkat.

