Tak Ada Toleransi, Perbasi Minta Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Setimpal

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:52 WIB
Ilustrasi korban kekerasan seksual. (SinPo.id/Pixabay)
Ilustrasi korban kekerasan seksual. (SinPo.id/Pixabay)

SinPo.id - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) meminta pelaku dugaan kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet cabang olahraga (cabor) panjat tebing dan kickboxing, jika terbukti, harus dihukum setimpal. PERBASI juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap atlet menjadi yang korban. 

"Saya prihatin terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing. Tindakan seperti ini jika terbukti, tidak bisa ditolerir apalagi terjadi terhadap atlet yang sedang menjalani pelatnas dan sedang berjuang untuk nama negara di kancah internasional," kata Sekretaris Jendral  DPP PERBASI Nirmala Dewi, Kamis, 12 Maret 2026. 

Dewi menyampaikan, atlet adalah pejuang bangsa yang mengibarkan Merah Putih melalui olahraga. Sudah semestinya mendapatkan pelindungan dari segala potensi yang bisa mengganggu konsentrasi mereka. 

Untuk itu, PERBASI mengecam keras tindakan terduga pelaku kekerasan seksual di dua cabang ini. Mereka itu harusnya  berperan sebagai pengayom, pelindung dan pembina para atlet. 

DPP PERBASI, lanjut Dewi, sejalan dengan keinginan Menpora Erick Thohir yang mendorong hukuman setimpal bagi terduga pelaku jika terbukti bersalah, dan larangan berkecimpung kembali di dunia olahraga.

"Kami mengecam terhadap terduga pelaku dan mendorong hukuman yang setimpal untuk pelaku jika terbukti bersalah," ucapnya.

Dewi juga mengapresiasi respon cepat  Erick, Polri dan semua pihak untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus ini.

“Saya apresiasi atas respons semua elemen baik Kemenpora, Polri maupun Komisi X DPR yang memberikan perhatian serius atas kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini," kata Dewi. 

Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing ini membuat DPP PERBASI lebih waspada dan menegakkan aturan dalam pelatnas. Sehingga interaksi antara atlet dan seluruh pihak yang menjadi pendukung berjalan sesuai kebutuhan tanpa ada penyimpangan demi terjaminnya keamanan dan keselamatan para atlet.

"Kami di DPP Perbasi sangat memberikan perhatian terhadap kasus ini yang juga menjadi pelajaran serta pengingat bagi kami untuk semakin menegakkan aturan dalam pelatnas. Kami ingin melindungi dan menjamin kemanan serta kenyamanan para atlet yang berjuang termasuk memastikan tidak ada kekerasan dalam bentuk apapun terjadi di cabang basket," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI