Mentan Jamin Pangan Indonesia Aman di Tengah Gejolak Geopolitik
SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin kondisi pangan Indonesia saat ini aman, di tengah ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan global seperti di Selat Hormuz. Pemerintah pun terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan nasional bagi seluruh masyarakat.
"Sekarang dunia mengalami geopolitik, terjadi perang, bahkan jika Selat Hormuz ditutup itu akan berdampak pada banyak negara. Alhamdulillah dari sisi pangan kita aman," kata Amran dalam keterangannya, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Mentan Amran, upaya menjaga stabilitas pangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan koordinasi intensif terus dilakukan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah agar kebutuhan pangan masyarakat tetap tercukupi.
Amran juga mengapresiasi atas kebijakan Presiden Prabowo yang sangat berpihak kepada petani. Salah satu kebijakan yaitu menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Hal ini menjadi langkah penting dalam membantu petani meningkatkan produktivitas.
"Begitu cintanya Presiden kepada rakyat. Harga pupuk turun sampai 20 persen dan ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Amran.
Ke depan, Amran menegaskan pentingnya kerja keras seluruh pihak untuk mewujudkan kemandirian nasional di berbagai sektor strategis.
"Kita harus bekerja keras mewujudkan kemandirian energi, kemandirian protein, dan kemandirian pangan. Jika semua ini terwujud, Indonesia akan jauh lebih aman. Negara ini milik bersama dan akan kita wariskan kepada anak cucu kita," tegasnya.
Ia juga menambahkan, nilai ekspor meningkat hingga Rp400 triliun berkat kebijakan yang tepat, sementara pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp9 triliun untuk memperkuat komoditas strategis nasional.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, peternak, koperasi, dan BUMN, sebagai kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Dengan sinergi yang kuat serta kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian," tandas Amran.

