Hapus Perbuatan Biadab, KOI Imbau Atlet Jangan Takut Laporkan Tindakan Kekerasan
SinPo.id - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, mengimbau seluruh atlet untuk berani melapor apabila mengalami tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan olahraga. Keberanian ini sangat penting agar kasus serupa tidak terulang.
Imbauan ini menyusul munculnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik dialami atlet panjat tebing dan kickboxing.
"Komite Olimpiade Indonesia di usia yang ke-74 tahun mengimbau kepada semua atlet, semua official, semua pelaku olahraga untuk berani bicara. Jangan diam. Karena setiap suara itu bisa mewakili teman-teman lain yang mungkin hari ini ada yang diam," kata Oktohari, dikutip Kamis, 12 Maret 2026
Okto memastikan, setiap laporan yang masuk ke KOI akan dikawal hingga tuntas. KOI memiliki Program Safeguarding yang melindungi semua insan olahraga dari kekerasan, pelecehan, diskriminasi, dan pelbagai bentuk penyalahgunaan lainnya.
Setiap cabang olahraga, tegas dia, juga telah berkoordinasi dengan KOI untuk memiliki Program Safeguarding. Harapannya agar kasus yang menyesakkan hati nurani, melanggar norma, kekerasan, apalagi pelecehan seksual, ini tak lagi terjadi.
Okto berharap kasus di cabang panjat tebing dan kickboxing merupakan yang terakhir dalam dunia olahraga Indonesia.
"Tapi kalau sampai terjadi lagi, bicara (laporkan) saja, kita semua, Insya Allah siap mengawal sampai ujung karena perbuatan biadab harus dihapus dari olahraga kita," tandasnya.
