Kecam Kasus Pelecehan Seksual terhadap Atlet, Menpora: Kita Semua Terluka

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 12 Maret 2026 | 12:51 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir. (SinPo.id/dok. Kemenpora)
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir. (SinPo.id/dok. Kemenpora)

SinPo.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang mengecam keras kasus dugaan pelecehan seksual terhadap atlet-atlet di cabang olahraga (cabor) panjat tebing dan kickboxing. Pelaku pelecehan tersebut telah menyalahgunakan kewenangannya untuk menodai harkat dan martabat atlet.

"Dari dua kasus terakhir kekerasan seksual pada atlet yang naik ke jalur hukum, terduga pelakunya adalah pelatih yang menyalahgunakan kewenangan pada atlet. Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini," kata Erick dalam keterangannya, Kamis, 12 Maret 2026. 

Dalam kasus pelecehan seksual di cabor kickboxing, diungkapkan atlet putri Jawa Timur (Jatim) berinisial VAP (24), melalui media sosial Instagramnya. 

"Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah Ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat," tulis VAP. 

Saat ini kasus telah ditangani Polda Jawa Timur yang menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka.

Menurut Erick, cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat semua terluka. Erick bahkan merasakan kepedihan saat membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak. 

Ironisnya terduga pelaku adalah pelatih dan ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia Jawa Timur, yang seharusnya amanah dalam mengayomi, menjaga, membantu dan membina atlet. 

"Saya hargai keberanian korban untuk bercerita, tentu bukan hal mudah untuk mengatasi trauma pahit itu, tapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang," ujarnya. 

Erick menegaskan, dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. "Saya berharap dengan ditetapkannya terduga pelaku sebagai tersangka, keadilan bagi korban dapat ditegakkan," ujarnya. 

Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan relasi kuasa, jabatan, atau posisi dalam dunia olahraga untuk melakukan tindakan yang merugikan atlet maupun insan olahraga lainnya.

"Kami ingin memastikan dunia olahraga Indonesia bersih dari kekerasan. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan atau memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup. Tidak ada toleransi dan tidak ada tempat bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan," tegasnya.

Kemenpora juga mendorong seluruh organisasi olahraga, pengurus cabang olahraga, serta pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat sistem perlindungan bagi atlet, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut dan kita ciptakan support system bagi mereka," pungkasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI