Home /

Wakil Ketua MPR: OKI Harus Berperan Aktif Wujudkan Perdamaian di Timur Tengah

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 05 Maret 2026 | 10:56 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengimbau Sekretariat Jenderal OKI untuk mengambil peran aktif mewujudkan tujuan didirikannya OKI, selain menyelamatkan Masjid Al Aqsha dan kemerdekaan Palestina, OKI juga harus menjaga kedaulatan negara-negara anggota di Timur Tengah.

Ia pun meminta negara-negara anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dari adu domba Israel, menahan diri agar tidak saling menyerang, serta segera menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI tingkat kepala negara agar konflik tidak semakin meluas dan korban tidak terus bertambah.

Menurutnya, pihak yang justru terus melanggar hukum internasional, bahkan telah dijatuhi putusan oleh ICJ serta menghadapi surat penahanan dari ICC, namun tetap melanggar perjanjian damai dalam konteks Board of Peace (BoP), adalah Israel.

HNW menilai, terpecahnya negara-negara Teluk dengan Iran akan menguntungkan Israel dalam merealisasikan proyek pembentukan negara Israel Raya, yang berpotensi mengancam kedaulatan negara-negara anggota OKI melalui aneksasi wilayah di Arab Saudi, Mesir, Irak, Turki, Suriah, Kuwait, Yordania, dan Lebanon.

“Penting agar makar atau konspirasi Israel justru menyadarkan negara-negara OKI untuk memperkuat kerja sama dan saling menguatkan sebagai sesama anggota OKI yang didirikan untuk membantu dan menyelamatkan Masjid Al Aqsha serta kemerdekaan Palestina," kata HNW, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

"Bukan sebaliknya saling melemahkan dan membiarkan Israel memperluas penjajahan hingga terwujud negara Israel Raya yang melanggengkan penjajahan atas Palestina dan penghancuran Masjid Al Aqsha,” imbuhnya.

Pihaknya juga berharap seluruh negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Timur Tengah, untuk tetap waspada dan tidak menjadi korban adu domba melalui dugaan operasi false flag (bendera palsu) oleh pihak mana pun.

Karena hal itu dapat menyeret negara-negara Teluk ke perang terbuka melawan Iran dan melemahkan persatuan negara anggota OKI di kawasan tersebut. Terlebih, adu domba dan perang terbuka itu sejalan dengan agenda Israel untuk memudahkan ekspansi mewujudkan mimpi berdirinya negara Israel Raya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI