PM Inggris Starmer Tolak Serangan ke Iran, Donald Trump Kecewa
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah London menolak ikut serta dalam serangan udara terhadap Iran. Trump menyebut keputusan itu sebagai “kejutan yang tidak menyenangkan” dan menilai hubungan AS–Inggris “jelas tidak seperti dulu.”
Dalam wawancara dengan The Sun, Trump mengatakan: “Ia tidak membantu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat hal itu. Saya tidak pernah menyangka hal itu datang dari Inggris.” Ia menambahkan: “Ini dunia yang berbeda, sebenarnya. Hubungan kita dengan negara Anda sekarang sangat berbeda dibanding sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat hubungan itu jelas tidak seperti dulu.”
Starmer sebelumnya menegaskan bahwa Inggris tidak percaya pada “regime change from the skies” dan menolak penggunaan pangkalan militer untuk serangan ofensif terhadap Iran. Namun, ia membuka kemungkinan pangkalan Inggris digunakan untuk aksi defensif, melindungi sekutu di Teluk Persia dan Timur Tengah dari serangan balasan Iran.
Meski demikian, Starmer mengonfirmasi bahwa Inggris telah mengizinkan penggunaan pangkalan RAF Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Kepulauan Chagos untuk menghantam gudang dan peluncur rudal Iran. Namun, ia menegaskan Inggris tidak ikut serta dalam serangan gabungan AS–Israel dan tidak berencana bergabung dalam operasi lanjutan.
Ketegangan ini muncul di tengah operasi militer besar-besaran AS–Israel terhadap Iran, yang dimulai akhir Februari. Serangan tersebut menghancurkan kompleks kepemimpinan di Teheran dan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, memicu rentetan serangan balasan Iran ke Israel dan negara-negara Teluk.

