Home /

Hari Keempat Serangan AS-Israel ke Iran: Korban Tewas 787 Orang, Selat Hormuz Ditutup dan Serangan Balasan Meluas

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026 | 00:06 WIB
Bangunan terdampak serangan AS-Israel. (SinPo.id/Istimewa)
Bangunan terdampak serangan AS-Israel. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id -  Memasuki hari keempat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, eskalasi konflik di Timur Tengah kian meluas. Washington memperingatkan bahwa “serangan yang lebih keras” masih akan datang, sementara Teheran membalas dengan menutup Selat Hormuz serta melancarkan serangan ke target-target AS dan sekutunya di kawasan.

Situasi di Iran

Di Teheran, sejumlah lokasi penting dilaporkan rusak akibat serangan udara, termasuk kompleks penyiaran negara Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) serta Istana Golestan, situs warisan dunia UNESCO.

Media pemerintah Iran, mengutip Bulan Sabit Merah Iran, menyebutkan sedikitnya 787 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Serangan juga dilaporkan menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan, menewaskan sedikitnya 165 orang.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa “serangan terberat belum terjadi”. Presiden Donald Trump menegaskan operasi militer akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan AS tercapai.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas.

Dampak di Negara Teluk

Di Qatar, otoritas setempat mengklaim telah mencegat puluhan rudal balistik dan drone Iran. Namun dua rudal dilaporkan menghantam Pangkalan Udara Al Udeid yang menampung pasukan AS. QatarEnergy bahkan menghentikan sementara produksi LNG akibat serangan tersebut.

Kuwait melaporkan tiga jet tempur AS jatuh. Militer AS menyebut insiden itu sebagai kesalahan tembak. Kedutaan Besar AS di Kuwait dan Arab Saudi ditutup sementara menyusul meningkatnya ancaman.

Arab Saudi juga mengonfirmasi pencegatan delapan drone di dekat Riyadh dan Al-Kharj. Sementara di Uni Emirat Arab, otoritas Dubai mengizinkan sebagian kecil penerbangan kembali beroperasi dari Bandara Internasional Dubai.

Departemen Luar Negeri AS mendesak warganya untuk segera meninggalkan sejumlah negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA karena risiko keamanan serius.

Situasi di Israel

Militer Israel mengonfirmasi sistem pertahanan udaranya aktif mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran. Dua drone dari Lebanon juga berhasil dicegat.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membela serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia menyatakan bunker bawah tanah Iran akan menjadi “kebal” dalam beberapa bulan jika tidak segera dihancurkan.

Korban di AS dan Ancaman Lanjutan

Di pihak AS, enam personel militer dilaporkan tewas dan 18 lainnya luka-luka. Wakil Presiden JD Vance menyebut tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir, sembari menegaskan AS tidak menginginkan konflik multi-tahun.

Namun dengan serangan balasan yang terus meluas, termasuk ke Lebanon dan Yordania—di mana Kedutaan Besar AS di Amman sempat dievakuasi—kawasan Timur Tengah kini berada dalam fase paling genting dalam beberapa tahun terakhir.

Konflik yang awalnya berupa serangan terbatas kini berkembang menjadi konfrontasi regional yang melibatkan banyak negara, serta mengancam stabilitas energi dan keamanan global.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI