Bentrokan di Pakistan Usai Tewasnya Khamenei, 21 Orang Tewas di Karachi
SinPo.id - Korban tewas akibat bentrokan antara aparat kepolisian Pakistan dan demonstran yang menyerbu area luar Konsulat Amerika Serikat di Karachi meningkat menjadi 21 orang, menurut pejabat setempat, Minggu 1 Maret 2026
Gelombang protes pecah menyusul kabar serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kerusuhan di Karachi
Di kota pelabuhan Karachi, massa sempat menjebol tembok luar kompleks U.S. Consulate General Karachi dan membakar sebuah kendaraan di depan gerbang utama. Aparat keamanan membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sejumlah saksi mata melaporkan suara tembakan terdengar di sekitar lokasi. Rekaman video yang beredar menunjukkan kobaran api di bawah jembatan tak jauh dari kompleks diplomatik tersebut.
Dokter di Rumah Sakit Sipil Karachi menyatakan sebagian korban mengalami luka tembak. Pemerintah Provinsi Sindh menyampaikan duka mendalam dan membentuk tim investigasi gabungan untuk menyelidiki insiden tersebut. Kepala Menteri Sindh, Murad Ali Shah, menyebut peristiwa itu sebagai “sangat tragis” dan berjanji melakukan penyelidikan transparan.
Islamabad dan Lahore Memanas
Di ibu kota Islamabad, aparat menutup seluruh akses menuju kawasan diplomatik (Red Zone), termasuk area sekitar Embassy of the United States, Islamabad. Dua demonstran dilaporkan tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka setelah aparat menembakkan gas air mata untuk mencegah massa mendekati kedutaan.
Di Lahore, ratusan demonstran berkumpul di luar U.S. Consulate General Lahore. Bentrokan kecil terjadi ketika sebagian massa mencoba merusak pagar keamanan, namun polisi berhasil membubarkan mereka tanpa eskalasi besar. Pemerintah Punjab memberlakukan larangan tujuh hari terhadap kegiatan berkumpul guna mencegah kerusuhan meluas.
Gedung PBB Dibakar di Skardu
Aksi protes juga meluas ke wilayah utara Pakistan. Di Skardu, massa membakar kantor United Nations Military Observer Group in India and Pakistan (UNMOGIP). Otoritas setempat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun jam malam diberlakukan dan militer dikerahkan untuk membantu pengamanan.
Di sejumlah distrik lain seperti Gilgit dan beberapa wilayah Khyber Pakhtunkhwa, demonstrasi berlangsung dengan pengamanan ketat. Beberapa aksi dilaporkan berjalan damai, dengan para pemimpin komunitas Syiah menyerukan solidaritas terhadap Iran sekaligus menahan diri dari kekerasan.
Seruan Kewaspadaan
Kedutaan Besar AS di Islamabad mengimbau warganya untuk menghindari kerumunan dan memantau perkembangan situasi keamanan. Pemerintah Pakistan menegaskan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat tetap dihormati, namun tindakan vandalisme dan kekerasan tidak akan ditoleransi.
Situasi keamanan di sejumlah kota besar Pakistan masih siaga tinggi, sementara aparat berupaya meredam ketegangan di tengah duka dan kemarahan publik atas eskalasi konflik di Timur Tengah.

