Home /

Keponakan Khamenei Sambut Kematian Pemimpin Tertinggi Iran

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 04:00 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (SinPo.id/X)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (SinPo.id/X)

SinPo.id -  Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memunculkan beragam reaksi dari dalam dan luar negeri. Salah satu tanggapan datang dari keponakannya sendiri, Mahmoud Moradkhani, seorang dokter yang bermukim di Prancis dan dikenal sebagai penentang Republik Islam Iran.

Dalam wawancara via telepon dari kediamannya di Prancis utara, Moradkhani menyatakan dirinya merasa lega atas wafatnya sang pemimpin yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade tersebut.

“Seperti kebanyakan rakyat Iran, saya bahagia,” kata Moradkhani, seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse(AFP). “Saya sangat bahagia atas kematian Ali Khamenei. Saya pikir ini adalah langkah maju, sebuah harapan.”

Harapan Perubahan Politik

Moradkhani menilai kematian Khamenei dapat membuka peluang perubahan politik di Iran. Meski demikian, ia mengakui bahwa konflik bersenjata dan intervensi militer justru berpotensi memperlambat proses transisi politik.

“Perang dan intervensi militer sedikit memperlambat proses politik, dan itu memang disayangkan. Namun mungkin kita memang harus melalui tahap ini,” ujarnya.

Ia juga memprediksi bahwa rezim yang telah lama berkuasa kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan setelah kepergian Khamenei.

“Persaingan internal di dalam rezim sangat besar. Mereka tidak akan mampu menahannya. Rezim ini pada akhirnya harus menghilang dan menyerahkan kekuasaan kepada rakyat,” katanya.

Masa Depan Iran di Persimpangan

Pernyataan Moradkhani mencerminkan harapan sebagian kalangan oposisi Iran terhadap kemungkinan perubahan struktural di tingkat kepemimpinan nasional. Namun, situasi politik dan keamanan di dalam negeri masih dinilai sangat dinamis, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Sejumlah analis menilai, wafatnya Khamenei bisa menjadi momentum transisi besar dalam sejarah politik Iran, tetapi arah akhirnya akan sangat ditentukan oleh dinamika elite kekuasaan serta respons masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI