3 Tentara AS Tewas dalam Operasi Lawan Iran, USS Abraham Lincoln Tidak Kena Serangan
SinPo.id - Tiga personel militer Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam operasi tempur melawan Iran, sementara lima lainnya mengalami luka serius. Informasi tersebut diumumkan oleh United States Central Command (CENTCOM) pada Minggu 1 Maret 2026
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebutkan bahwa selain korban tewas dan luka berat, sejumlah prajurit lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan dan gegar otak, dan saat ini tengah dalam proses pemulihan untuk kembali bertugas.
Serangan balasan Iran terjadi setelah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel pada Sabtu dini hari. Operasi tersebut diberi nama “Operation Epic Fury” dan menargetkan sejumlah instalasi strategis di Iran.
Awalnya, laporan pada Sabtu menyebutkan tidak ada korban dari pihak AS. Namun pembaruan resmi mengonfirmasi adanya korban jiwa di pihak militer Amerika. Hingga kini, detail lebih lanjut mengenai lokasi dan kronologi pasti insiden belum dipublikasikan.
“Operasi tempur besar masih terus berlangsung dan respons kami masih berlanjut,” demikian pernyataan CENTCOM.
Bantahan Soal USS Abraham Lincoln
Beredar klaim di media sosial bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln. Namun CENTCOM membantah tegas informasi tersebut.
Pejabat militer menyatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln tidak terkena serangan. “Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat. Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye tanpa henti dalam menghadapi ancaman dari rezim Iran,” ujar pernyataan resmi.
Target Operasi dan Dampak Korban
Operasi militer yang dimulai pukul 01.15 dini hari itu disebut bertujuan melumpuhkan aparatus keamanan Iran, dengan prioritas pada fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, sistem pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer.
Kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga menjadi salah satu target. Presiden AS Donald Trumpkemudian mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas dalam serangan tersebut.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan yang terjadi di berbagai wilayah Iran.
Identitas tiga personel militer AS yang gugur masih dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat, sesuai prosedur militer.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun terus meningkat, dengan operasi militer dan serangan balasan yang masih berlangsung hingga saat ini.

