Home /

Reporter Fox News Sebut Serangan Donald Trump ke Iran Berbahaya, Sebagian 'A Team' Masih Bertahan

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 02:33 WIB
Ilustrasi Serangan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) (SinPo.id/X)
Ilustrasi Serangan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) (SinPo.id/X)

SinPo.id -  Reporter keamanan nasional Fox News, Jennifer Griffin, menilai serangan militer Presiden Donald Trump terhadap Iran tetap menyimpan risiko besar karena sebagian elite utama Iran atau “A team” masih hidup.

Pernyataan itu disampaikan Griffin saat tampil dalam program “Fox & Friends” pada Minggu 1 Maret 2026. Pembawa acara Rachel Campos-Duffy menyoroti klaim bahwa Amerika Serikat dan Israel memiliki intelijen yang kuat sebelum melancarkan serangan dan telah melumpuhkan sebagian kepemimpinan Iran.

Campos-Duffy kemudian mempertanyakan apakah para pemimpin Iran yang tersisa — yang ia sebut sebagai “B team” atau bahkan “C team” — memiliki kemampuan dan otoritas yang sama dengan jajaran utama sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Griffin menekankan bahwa tidak semua tokoh kunci Iran tersingkir dalam operasi tersebut. Ia menyebut nama Ali Larijani sebagai bagian dari “A team” yang masih bertahan.

“Beberapa dari A team memang selamat. Dan itulah yang berbahaya dalam jenis serangan seperti ini,” ujar Griffin.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target strategis di Iran. Sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Para analis menilai bahwa keberadaan tokoh-tokoh senior yang masih memiliki pengaruh kuat dapat memperbesar potensi respons balasan dan memperpanjang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Griffin tersebut.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI