Konflik Iran-Israel Ganggu Penerbangan, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 01 Maret 2026 | 21:36 WIB
Ilustrasi aktivitas maskapai di Bandara (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)
Ilustrasi aktivitas maskapai di Bandara (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau maskapai penerbangan rute internasional dengan tujuan atau yang melewati kawasan Timur Tengah, agar meningkatkan kewaspadaannya. Hal ini menyusul  memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS). 

"Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," kata Dudy di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

Maskapai penerbangan asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan, serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi meningkat. 

Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot. 

Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, sedangkan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa, namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).

Sementara itu, dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik.

Dudy menyebut, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute melalui Kairo (Mesir).

Dia menyatakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kemenhub selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara dan otoritas asing untuk memperbaharui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.

Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh," imbuhnya.

Dudy menyampaikan, dengan adanya beberapa pembatalan dan penyesuaian penerbangan, ia telah meminta maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini juga termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

"Operasional penerbangan pada seluruh bandara di Indonesia khususnya untuk rute internasional, tetap berlangsung dengan aman, lancar dan berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI