Legislator DKI Minta Aturan Ketat Lapangan Padel di Jakarta
SinPo.id - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyoroti maraknya pembangunan lapangan padel di kawasan permukiman. Dia menekankan pengembangan olahraga ini tidak boleh mengorbankan kenyamanan warga, ketertiban lingkungan, dan aturan tata ruang di Provinsi DKI Jakarta.
“Pada prinsipnya saya mendukung pengembangan olahraga, termasuk padel. Tetapi pembangunan lapangan padel yang berada di tengah lingkungan permukiman harus memperhatikan dampak sosial dan lingkungan,” kata Kenneth, Minggu 1 Maret 2026.
Kenneth mengaku menerima keluhan warga melalui media sosial terkait kebisingan dari aktivitas permainan hingga malam hari.
“Jangan sampai kepentingan bisnis justru mengorbankan hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang tenang dan nyaman. Jalan lingkungan bukan untuk parkir komersial," tuturnya.
"Kalau tidak tersedia lahan parkir yang cukup, maka dampaknya pasti ke warga sekitar. Ini yang harus dicegah sejak awal melalui kajian teknis dan persyaratan yang ketat,” sambungnya.
Dia juga menyoroti dampak lalu lintas akibat lapangan padel yang dibangun tanpa lahan parkir memadai.
"Kendaraan pengunjung kerap menempati badan jalan, mengganggu arus lalu lintas warga, dan berpotensi memicu konflik sosial," ungkap Kenneth.
Lebih lanjut, Kenneth meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan dan tidak memberikan izin sembarangan.
Menurut dia, Setiap pembangunan lapangan padel harus memenuhi persyaratan tambahan, seperti dokumen UKL/UPL, Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), rekomendasi teknis dari Dinas Pemuda dan Olahraga, standar peredam suara, pembatasan jam operasional, dan penyediaan lahan parkir sesuai kapasitas pengunjung.
“Regulasi yang jelas dan tegas diperlukan agar perkembangan olahraga padel tetap berjalan tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ucap Kenneth.
"Olahraga berkembang, ekonomi bergerak, tetapi warga juga tetap merasa aman, nyaman, dan tidak terganggu. Pemerintah harus hadir untuk memastikan aturan ditegakkan,” tandasnya.
