Iran Ancam Balas Agresif: Kapal Induk AS Bisa Jadi Target

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 24 Februari 2026 | 07:13 WIB
IRAN
IRAN

SinPo.id -  Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah seorang anggota parlemen Iran memperingatkan bahwa Teheran memiliki kapasitas untuk bereaksi agresif terhadap setiap eskalasi militer, termasuk kemungkinan menenggelamkan kapal induk Amerika dan menyerang aset militer AS di kawasan.

Dalam sebuah wawancara, Amir Hayat Moghaddam—mantan komandan Garda Revolusi dan anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran—menyatakan bahwa negaranya memiliki “kemampuan penuh” untuk menghadapi ancaman militer dari Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa jika perang benar-benar terjadi, personel militer AS dapat ditangkap dan aset angkatan laut Amerika menjadi target serangan. Meski mengeluarkan pernyataan keras, Moghaddam mengatakan Iran tidak berniat memulai konflik.

“Pendekatan pertahanan kami didasarkan pada pembalasan yang tegas jika terjadi serangan,” ujarnya.

Soroti Kekuatan Rudal Balistik

Moghaddam juga menyoroti kemampuan rudal balistik Iran. Ia mengklaim sistem pertahanan Amerika tidak akan mampu menghadapi arsenal rudal yang dimiliki Teheran. Menurutnya, sejumlah konflik regional terbaru menunjukkan kerentanan pasukan AS, sekaligus memperkuat reputasi militer Iran dalam hal kemampuan serangan jarak jauh.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan Timur Tengah, termasuk latihan rudal dan manuver strategis yang memicu kekhawatiran global.

Perundingan Nuklir Masih Berlangsung

Di sisi lain, ketegangan retorika ini terjadi bersamaan dengan pembicaraan nuklir tidak langsung antara Washington dan Teheran yang dimediasi oleh Oman.

Moghaddam kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan agar program pengayaan uranium dihentikan sepenuhnya atau berada pada level “nol”. Ia menegaskan program nuklir Iran bertujuan damai, termasuk untuk kepentingan medis dan energi.

Meski mengapresiasi jalur diplomasi, ia menyatakan Teheran tetap meragukan komitmen Washington dalam mematuhi kesepakatan di masa depan. Karena itu, menurutnya, Iran terus memprioritaskan penguatan keamanan nasional di tengah apa yang disebutnya sebagai ancaman eksternal berkelanjutan.

Pernyataan terbaru ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, di saat diplomasi masih berjalan namun sinyal militer terus diperlihatkan di kawasan. Situasi tersebut menambah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, dengan risiko eskalasi yang tetap membayangi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI