Target 1 Gelar di All England 2026, Jafar/Felisha Bidik Semifinal, Fajar/Fikri Siap Tempur

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 24 Februari 2026 | 06:10 WIB
All England
All England

SinPo.id -  Tim bulu tangkis Indonesia memasang target minimal satu gelar juara pada ajang All England Open 2026 yang digelar 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Sebanyak 24 atlet “Merah Putih” diterjunkan, termasuk sejumlah debutan yang siap menantang pemain-pemain terbaik dunia di turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Salah satu pasangan debutan, ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, membidik target awal menembus babak empat besar. Felisha menyebut persiapan mereka sudah mencapai 90–95 persen jelang keberangkatan ke Inggris.

“Kalau bicara persentase, saya sendiri sudah yakin di 90 sampai 95 persen,” ujar Felisha di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin 23 Februari 2026

Meski memasang target semifinal, keduanya sepakat untuk tidak terbebani ekspektasi tinggi. Mereka memilih fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

“Kita semua tahu ini turnamen tertua dan sakral. Tapi jangan terlalu difokuskan ke situ, lebih ke match by match,” kata Felisha. Jafar pun menimpali, “Minimal semifinal, tapi tetap fokus satu-satu dulu.”

Fajar/Fikri Termotivasi Rebut Gelar

Di sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri datang dengan pengalaman dan ambisi besar. Fajar pernah menjadi juara All England 2023 dan 2024 bersama Muhammad Rian Ardianto, sementara Fikri meraih gelar 2022 bersama Bagas Maulana.

Kini dipasangkan, Fajar/Fikri ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi, bukan beban.

“Yang pasti kami sudah pernah mengalami hal seperti itu. Jangan dijadikan beban, tapi motivasi,” ujar Fajar.

Fikri menambahkan bahwa target dari pelatih dan PBSI menjadi dorongan tambahan agar tampil lebih percaya diri. “Tapi jangan terlalu diambil menjadi beban. Kita harus bisa lalui,” tegasnya.

Fajar juga menyoroti kekuatan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang tampil impresif musim lalu. Namun ia menegaskan persaingan di ganda putra kini sangat merata dan siapa pun berpeluang menjadi juara.

Selain Fajar/Fikri, Indonesia juga menurunkan empat ganda putra lainnya: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto.

Putri KW Incar 8 Besar

Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Ia membidik target menembus delapan besar.

“Target aku bisa masuk delapan besar dulu,” ujarnya.

Putri menyadari ketatnya persaingan, terutama dengan kehadiran nama-nama elite dunia seperti An Se Young, Wang Zhi Yi, Chen Yu Fei, dan Akane Yamaguchi. Namun ia memilih menjadikan tekanan sebagai motivasi.

“Pasti ada pressure, cuma nggak mau terlalu dipikirkan. Buat motivasi supaya tampil baik,” katanya.

Aklimatisasi Jadi Kunci

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan persiapan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, teknis, mental, serta adaptasi cuaca Eropa. Tim dijadwalkan menjalani aklimatisasi pada 24–28 Februari di Milton Keynes sebelum bergeser ke Birmingham pada 1 Maret.

“Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena,” ujar Eng Hian.

Menurut PBSI, All England bukan sekadar perebutan gelar, melainkan tolok ukur kualitas dan mental juara. Dengan persiapan matang dan kombinasi pemain senior serta debutan, Indonesia berharap mampu membawa pulang minimal satu gelar dari Birmingham dan kembali mengibarkan Merah Putih di salah satu turnamen tertua dan paling prestisius di dunia bulu tangkis.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI