Pentagon Peringatkan Risiko Perang Berkepanjangan dengan Iran

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 24 Februari 2026 | 05:06 WIB
IRAN
IRAN

SinPo.id -  Pentagon dilaporkan memperingatkan Gedung Putih soal risiko besar jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran. Peringatan itu muncul di tengah pertimbangan Presiden AS, Donald Trump, untuk memperbarui operasi militer setelah negosiasi nuklir dengan Teheran mengalami kebuntuan.

Selama beberapa pekan terakhir, Trump disebut-sebut membuka kemungkinan gelombang kedua serangan terhadap Iran. Tahun lalu, ia memerintahkan serangan yang memicu konflik selama 12 hari antara Iran dan Israel.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, telah menyampaikan kekhawatiran serius kepada Gedung Putih. Ia memperingatkan bahwa keterlibatan pasukan darat (boots-on-the-ground) di Timur Tengah berisiko menguras sistem pertahanan udara Amerika, menjauhkan sekutu regional, serta berpotensi menimbulkan ribuan korban jiwa.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pandangan Caine menjadi salah satu pertimbangan penting. “Presiden mendengarkan berbagai pendapat dalam setiap isu dan mengambil keputusan berdasarkan apa yang terbaik bagi keamanan nasional Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi kepada media tersebut.

Basis Republik Terbelah

Meski belum menyatakan komitmen publik untuk menyerang Iran, wacana tersebut memicu perdebatan di internal Partai Republik. Sebagian besar basis konservatif disebut menolak keterlibatan militer baru di Timur Tengah, dengan kekhawatiran konflik akan menyerupai perang panjang di Irak dan Afghanistan yang dinilai minim keuntungan strategis bagi AS.

Isu ini juga mencuat dalam wawancara antara komentator konservatif Tucker Carlson dan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam perbincangan tersebut, Huckabee dianggap mendukung langkah agresif Israel di kawasan, yang kemudian memicu kecaman bersama dari sejumlah negara Timur Tengah.

Gedung Putih menyatakan bahwa pernyataan Huckabee telah diambil di luar konteks.

Ketegangan Regional Meningkat

Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik singkat tahun lalu yang memperlihatkan potensi eskalasi cepat antara Iran dan Israel. Para analis menilai setiap keputusan Washington untuk kembali menyerang Iran akan berdampak luas, baik terhadap stabilitas regional maupun posisi global Amerika Serikat.

Hingga kini, belum ada keputusan final dari Presiden Trump. Namun, sinyal peringatan dari Pentagon menunjukkan bahwa opsi militer tidak lepas dari konsekuensi besar yang tengah dipertimbangkan secara serius oleh pemerintahan AS.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI