El Mencho Tewas Ditembak Tentara Meksiko, 25 Tentara dan 30 Anggota Kartel Gugur
SinPo.id - Meksiko dilanda gelombang kekerasan besar setelah tewasnya gembong narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera. Sedikitnya 25 tentara Meksiko dan 30 anggota geng narkoba dilaporkan tewas dalam bentrokan berdarah yang terjadi menyusul kematian bos Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tersebut.
Dilansir AFP, Selasa 24 Februari 2026, Nemesio Oseguera Cervantes tewas setelah terluka dalam baku tembak dengan tentara di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu (22/2) waktu setempat. Ia meninggal dunia saat diterbangkan menuju Mexico City. Oseguera wafat pada usia 59 tahun.
Kabar kematiannya langsung memicu kerusuhan di berbagai wilayah. Anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) memblokir jalan di lebih dari 20 negara bagian, membakar kendaraan serta sejumlah bisnis. Warga panik bersembunyi di rumah, sementara wisatawan berlindung di hotel dan resor.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, menyatakan sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam bentrokan. Selain itu, seorang penjaga penjara, satu anggota kantor kejaksaan negara bagian, serta 30 tersangka anggota organisasi kriminal juga dilaporkan tewas.
Sebelum tewas, Oseguera menjadi salah satu buronan paling dicari dengan hadiah sebesar 15 juta dolar AS dari pemerintah Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling berpengaruh, sejajar dengan nama-nama besar seperti Joaquin Guzman dan Ismael Zambada.
Operasi Militer dan Status Siaga Tinggi
Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengungkapkan delapan anggota kartel tewas dalam operasi pasukan khusus untuk menangkap Oseguera, sementara tiga tentara mengalami luka-luka.
Pemerintah Meksiko mengirimkan 2.500 tentara tambahan ke Jalisco guna meredam situasi. Kota Guadalajara, ibu kota negara bagian tersebut, dilaporkan nyaris lumpuh. Sekolah, toko, apotek, dan pom bensin tutup. Transportasi umum dihentikan, dan seluruh acara yang melibatkan kerumunan dibatalkan.
Kerusuhan juga menjalar ke kota wisata Puerto Vallarta dan negara bagian tetangga Michoacan, basis awal Oseguera sebelum membangun kekuatan CJNG menjadi salah satu kartel paling kuat di Meksiko.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengimbau warga tetap tenang dan memastikan koordinasi penuh antara pemerintah pusat dan otoritas daerah. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) bagi warganya.
Di platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump menulis bahwa Meksiko harus meningkatkan upaya dalam memerangi kartel dan peredaran narkoba, meski belum memberikan pernyataan resmi terkait kematian Oseguera.
Jejak El Mencho: Dari Michoacan ke Puncak Kartel
Oseguera lahir di Aguililla, negara bagian Michoacan. Ia sempat beremigrasi ke Amerika Serikat, ditangkap karena perdagangan heroin, lalu dideportasi ke Meksiko. Setelah kembali, ia bergabung dengan Kartel Milenio sebelum akhirnya mendirikan CJNG.
Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang pesat dengan jaringan pembunuh bayaran, produksi senjata sendiri, hingga ekspansi ke berbagai negara bagian. Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduhnya terlibat dalam perdagangan fentanyl, penyelundupan migran, pemerasan, serta perdagangan senjata.
Oseguera juga pernah memerintahkan serangan terhadap Kepala Kepolisian Mexico City pada 2020, yang menewaskan tiga orang dan melukai pejabat tersebut.
Kini, kematian “El Mencho” justru memunculkan babak baru kekerasan di Meksiko. Meski situasi dilaporkan mulai mereda, negara itu masih dalam status siaga tinggi, dengan aparat keamanan bersiaga penuh untuk mencegah eskalasi lanjutan.

