Rudal Iran Tinggalkan Luka Finansial di Da Vinci Towers Tel Aviv
SinPo.id - 10 bulan setelah serangan rudal Iran menghantam Tel Aviv pada Juni 2025, proyek apartemen mewah Da Vinci Towers masih menanggung dampak serius, bukan hanya kerusakan fisik tetapi juga reputasi.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan berat pada menara utara dan kerusakan lebih ringan di menara selatan. Meski sebagian besar perbaikan di menara selatan telah selesai, lobi utama masih ditutup sehingga akses ke apartemen hanya bisa melalui garasi parkir.
Kini, pemilik unit di menara selatan kesulitan menyewakan apartemen mereka dengan harga setara kompensasi resmi atau proyek sejenis di kawasan Sarona. Data dari situs Madlan menunjukkan harga sewa jauh di bawah kompensasi yang dibayarkan oleh Otoritas Pajak Properti. Misalnya, apartemen 129 m² di lantai 24 ditawarkan seharga NIS 15.000 (sekitar $4.820) per bulan, padahal kompensasi untuk unit sejenis mencapai NIS 18.000 ($5.790).
Selain itu, harga sewa di Da Vinci Towers juga tertinggal dibandingkan proyek baru di sekitar Sarona, di mana unit serupa bisa mencapai NIS 22.000 ($7.070) per bulan.
Erez Cohen, mantan ketua Biro Penilai Properti, menyebut proyek ini kini menghadapi “stigma serius” akibat kerusakan fisik dan persepsi kawasan sebagai target konflik. Ia menilai proyeksi perbaikan dalam waktu satu setengah tahun mungkin terlalu optimistis. “Meski lokasinya strategis dekat Azrieli dan Sarona, Da Vinci Towers kini membawa semacam tanda aib,” ujarnya.
Dengan biaya pemeliharaan tinggi sekitar NIS 18 per m² per bulan, pemilik apartemen menghadapi beban ganda: kerugian reputasi dan tekanan finansial.
