Kecam Alumni LPDB, Purbaya: Nggak Senang Boleh, tapi Jangan Hina Negara

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 23 Februari 2026 | 15:28 WIB
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa (SinPo.id/ Tangkapan layar)
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa (SinPo.id/ Tangkapan layar)

SinPo.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyindir alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial Dwi Sasetningtyas, yang mengaku bangga anaknya menjadi Warga Negara Inggris. Keputusan Dwi tersebut akan membuatnya menyesal. 

"Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Februari 2026, di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Purbaya memastikan akan mengambil tindakan tegas dan menegakkan aturan yang berlaku di LPDP, terhadap Dwi dan sang suami merupakan penerima beasiswa. 

"Jadi, kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP, sehingga yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya ke LPDP," ujarnya 

Menurut Purbaya, pihak LPDP sudah berbicara dengan suami Dwi Sasetningtyas. Suaminya setuju untuk mengganti semua dana beasiswa yang diberikan berseeta bunganya. 

Pemerintah masih akan menghitung berapa banyak dana yang harus dikembalikan lengkap dengan bunganya. 

"Jadi tadi Dirut LPDP sudah bertemu dengan suaminya dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai, ini termasuk bunganya lho. Bahkan kalau sarya taruh uang di bank, kan ada bunganya?" tuturnya. 

Purbaya mengingatkan sumber dana LPDP berasal dari pajak dan sebagiannya utang yang disisihkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Namun, sikap Dwi Sasetningtyas, yang merupakan alumni LPDP, justru menghina negara, sangat tidak tepat. 

"Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan biar SDM kita tumbuh. Tapi yang kalau dipakai untuk menghina negara, ya  kita minta uangnya (dikembalikan) dengan bunganya lah," paparnya. 

Purbaya lantas berpesan kepada penerima beasiswa LPDP yang tidak senang dengan Indonesia, tetapi jangan menghina negara.

"Di harapkan ke depan kepada teman-teman yang dapat pinjam LPDP, ya kalo nggak senang ya nggak senang, tapi jangan menghina-hina negara lah," tegasnya. 

Purbaya  mengultimatum akan melakukan blacklist terhadap yang bersangkutan agar dapat berkerja di lingkup pemerintahan.

"Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan dia tidak akan bisa masuk (bekerja). Jangan menghina negara Anda sendiri. Nggak apa kalau tidak patriotis, nggak apa-apa, tetapi jangan menghina negara. Itu Saya Ingatkan kepada teman-teman yang lain di LPDP dan saya pastikan yang bersangkutan akan saya blacklist betulan dengan serius," tukasnya. 

Sebelumnya, video yang diunggah Dwi Sasetningtyas yang memamerkan surat dari Home Office Britania Raya soal kewarganegaraan Inggris bagi anak keduanya, viral. 

Dalam video itu, dia mengungkapkan: "I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."

Netizen pun meradang terkait dengan pernyataannya tersebut, karena Dwi dan suaminya, Arya Iwantoro adalah penerima beasiswa LPDP.

Dwi lantas meminta maaf. Dia beralasan  pernyataan dirinya lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi dirinya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang dia rasakan.

Dwi tercatat sebagai penerima beasiswa yang menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017 dan telah menyelesaikan masa pegabdiannya. Namun, dari pernyataan LPDP, Arya yang merupakan suami dari Dwi, diketahui belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi di Belanda.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI